Kabut Asap Resahkan warga Madina

Kabut asap diselingi hujan yang sudah dua minggu berlangsung di Mandailing Natal (Madina) makin meresahkan warga Panyabungan. Kondisi ini utamanya dialami kaum ibu, karena pakaian yang dijemur susah kering akibat tidak kena sinar cahaya matahari.

Mariati Lubis, penduduk Jalan Lintas Timur, pagi ini, mengaku kesusahan akibat kabut asap. Pakaian suami dan anak-anaknya kering akibat angin, sehingga lembab. Akibatnya, terkadang badan terasa gatal.

Pengakuan lainnya dari Chairani, akibat pakaian keringnya tidak normal, suaminya di rumah dulunya tidak suka memakai parfum, belakangan sering memakai parfum.

Kabut asap bercampur hujan tidak saja meresahkan kaum ibu, tapi juga berimbas pada petani karet. Dirman Sagala, penduduk Sipaga-paga mengaku sudah sering berutang bahan makanan pokok di warung di kampungnya. Hasil karet yang menjadi patokan tidak bisa diharapkan.

Kabag Humas Pemkab Madina, Taufik Lubis, membantah isu adanya kabut asap di Madina akibat pembalakan hutan secara liar di daerahnya.

“Kabut asap terjadi tidak saja di Madina, tapi di wilayah Tabagsel juga ada. Sedangkan penyebab kabut asap sampai hari ini belum diketahui secara pasti,” kata Taufik, tadi malam. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mantan Juara Tinju Inggris Tewas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*