Kabut Asap Selimuti Tapteng – Garuda dan Wings Air Batalkan Penerbangan

Ditutup Kabut Kondisi landasan pacu Bandara Pinangsori yang terlihat ditutupi kabut asap yang cukup tebal, hingga menyebabkan jarak pandang sangat terbatas. Akibat kabut asap itu, maskapai Garuda Indonesia dan Wings Air terpaksa membatalkan seluruh jadwal penerbangannya pada Rabu (29/7) di bandara tersebut. (medanbisnis/putra hutagalung)

Pandan. Kabut asap tebal, mulai Rabu (29/7) pagi, menyelimuti udara di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Akibatnya, berbagai aktivitas masyarakat di daerah itu mulai terganggu. Termasuk jalur penerbangan dari dan menuju Bandara Dr FL Tobing Pinangsori. Akibat kabut asap tebal menyebabkan jarak pandang hanya berkisar 2 kilometer saja. Akibatnya, maskapai Garuda Indonesia terpaksa harus membatalkan seluruh jadwal penerbangannya di bandara itu, sementara jadwal penerbangan Wings Air terpaksa delay.

Kepala Bandara Dr Ferdinand Lumbantobing Pinangsori, Ambar Purwoko yang dikonfirmasi MedanBisnis melalui Kepala Tata Usahanya, Binnerson Silitonga di ruang kerjanya, Rabu (29/7) mengatakan, bahwa kabut yang sejak pagi hari telah menyelimuti udara Tapteng, khususnya di area bandara. Akibatnya, maskapai Garuda Indonesia membatalkan jadwal penerbangannya pada hari ini, baik untuk rute Kualanamu-Pinangsori, Pinangsori-Jakarta dan sebaliknya.

“Pihak Garuda Indonesia telah resmi membatalkan seluruh jadwal penerbangannya di Bandara Pinangsori pada hari Rabu dan semua penumpang sejak tadi sudah dipersilahkan pulang. Sementara maskapai Wings Air, masih sempat menyatakan delay dari rencana mendarat pukul 11.30 WIB menjadi pukul 14.30 WIB, namun akibat kabut tak juga menipis, akhirnya juga terpaksa membatalkan seluruh jadwal penerbangannya hari ini dan membatalkan hingga Kamis (30/7) pagi. Hanya pesawat Susi Air hari ini tetap beraktivitas seperti biasa, karena pesawatnya kecil hingga belum terlalu terpengaruh oleh kabut asap ini,” terangnya.

Baca Juga :  Doa Untuk Negeri Umat Hindu Medan

Saat ditanya apakah pihak Bandara Pinangsori akan memberlakukan kebijakan temporary close (penutupan aktivitas bandara) pada esok hari, Kamis (30/7), Binnerson menyatakan bahwa hal tersebut tergantung kondisi kabut asap.

“Kalau memang ketebalan kabut asap meningkat hingga menyebabkan jarak pandang semakin dekat, minimal 500 meter sehingga akan sangat membahayakan aktivitas penerbangan, kita terpaksa melakukan temporary close. Namun bila justru menipis, kita akan melakukan aktivitas seperti biasa,” ujarnya.

General Manager PT Garuda Indonesia Tbk Cabang Pinangsori, Dwi Khrisbiantoro yang coba dikonfirmasi MedanBisnis melalui ponselnya terkait kebijakan yang diambil terhadap para penumpang yang batal berangkat dari Bandara Pinangsori akibat kabut asap, apakah diangkut melalui jalur darat untuk diterbangkan melalui Bandara Kualanamu atau dipulangkan, belum berhasil dikonfirmasi.

Kepala BMKG Pinangsori, Marolop Rumahorbo saat dikonfirmasi MedanBisnis via ponselnya dihari yang sama membenarkan adanya kabut asap tebal menyelimuti kawasan Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga. Kabut asap tersebut sangat mengganggu sekali, baik itu bagi penerbangan maupun pelayaran. Sesuai dengan pantauan satelit BMKG, diprediksi kabut asap ini kemungkinan baru akan berakhir pada 2 hari sampai 3 hari ke depan, dikarenakan adanya perkiraan akan turun hujan.

Kabut asap tebal yang menyelimuti udara Tapteng hari ini adalah berasal dari asap kiriman dari Povinsi Riau dan sedikit berasal dari dua titik api di Kabupaten Karo. Ketebalannya sangat mengganggu, khususnya aktivitas penerbangan karena jarak pandang hanya 2 – 3 kilometer saja.

Baca Juga :  Visit Samosir Year 2014-2015 - Samosir Diharap Jadi Objek Wisata Ternama

“Kita prediksi sesuai pantauan satelit, kabut asap ini akan mungkin terkikis oleh hujan yang kita perkirakan akan turun 2-3 hari ke depan. Mudah-mudahan prediksi kita akan turun hujan benar dan volumenya besar, jika tidak maka kemungkinan kabut asap pasti akan bertambah tebal,” pungkasnya.


(putra hutagalung/juniwan)-Medan Bisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*