Kacabjari Sibuhuan Didemo – Minta Tuntaskan Dugaan Korupsi Dinas PU

Sibuhuan, Puluhan massa Aliansi Mahasiswa Pemuda (AMP) Padanglawas, melakukan unjukrasa ke kantor Kacabjari Sibuhuan Rabu (4/11). Massa mendesak Kacabjari untuk tidak mem-”peti es”-kan berbagai kasus dugaan korupsi.

Dalam pernyataan sikap ditandatangani Koordinator aksi Tondi Sarasi Lubis dan Alam Daulay, kasus yang sebelumnya sudah mereka laporkan kepada Kacabjari adalah masalah proyek pembangunan jembatan Desa Ujung Padang di Kecamatan Hutarajatinggi, dengan anggaran Rp4.949. 100.000 pada TA 2013.

Massa mengatakan, jembatan di Ujung Padang menghabiskan Rp,4 miliar lebih tersebut sudah mengalami kerusakan, padahal proyeknya baru siap dikerjakan.

“Dari hasil penelusuran proyek jembatan di Ujung Padang tersebut tidak sesuai dengan bestek yang ada. Sehingga kuat dugaan proyek tersebut telah menyalahi volume yang semestinya,” ujar Lubis koordinator aksi.

Selain proyek di Ujung Padang, massa juga meminta Kacabjari mengusut proyek lanjutan pembangunan jembatan Sungai Barumun Kecamatan Huristak dengan anggaran Rp,6.368. 805.000. Proyek tersebut juga menurut massa bermasalah.

Belum lagi banyaknya proyek tahun ini yang menurut pengunjukrasa adalah proyek “siluman”. Karena tidak mencantumkan papan proyek. Sehingga tidak jelas berapa pagu anggarannya dan siapa pelaksana proyek tersebut. Seperti di Desa Janji Lobi Kecamatan Barumun, dan kawasan lainnya.

“Ini mengindikasikan kalau Dinas PU tidak menjalankan fungsinya sebagai penanggungjawab proyek di Palas,” kata Lubis.

Untuk itu mereka mendesak Kacabjari Sibuhuan, segera memanggil Kadis PU terkait berbagai proyek bermasalah di Palas. Jangan sampai kerugian negara makin banyak akibat sikap dan mental pejabat PU Palas yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri.

Baca Juga :  Waspadai, Incumbent Manfaatkan Kadis

Mereka juga menuding dari tahun ke tahun terhitung tahun 2012, berbagai kasus yang pernah mereka adukan ke Kacabjari tidak ada satupun yang ditindaklanjuti. Padahal kata mahasiswa, mereka siap dipanggil jadi saksi maupun melengkapi data lainnya jika pihak kejaksaan ingin mengusut berbagai kasus di daerah ini.

“Kami siap bekerjasama dan siap duduk bersama untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di daerah ini,” teriak mahasiswa.

Massa juga kecewa karena Kacabjari tidak berada di kantor. Perwakilan Kejaksaan yang menerima massa tersebut berjanji akan mempelajari apa yang menjadi tuntutan massa tersebut. Juga akan ditindaklanjuti kepada pimpinan.

Sebelum ke kantor Kacabjari, mahasiswa tersebut sudah terlebih dahulu mengadakan aksi ke kantor Bupati Palas. (ats)


(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*