Kader Demokrat Berebut Diusung Jadi Wali Kota Sidimpuan

JAKARTA – Para tokoh Partai Demokrat (PD) di Kota Padang Sidimpuan silakan berlomba-lomba tebar pesona sejak sekarang, jika ingin  maju pada pemilahan umum kepala daerah (Pemilukada) 2012 mendatang. Pasalnya, jangan harap bisa diusung partai berlambang mercy itu, jika tingkat popularitasnya ternyata rendah.

Ketua Departemen Kominfo DPP PD Ruhut Sitompul menjelaskan, mekanisme penentuan calon yang akan dijagokan PD di setiap Pemilukada, sudah baku. Yakni, dilakukan polling untuk mengukur popularitas. “Siapa yang mendapat skor tertinggi berdasarkan polling, dia lah yang dimajukan,” ujar Ruhut Sitompul di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Pemilukada di daerah yang dikenal sebagai Kota Salak ini baru akan digelar pada akhir 2012. Hanya saja, aroma pemanasan dari para kandidat sudah mulai nampak. Kegiatan-kegiatan berbau tebar pesona sudah mula terasa.

Partai Demokrat yang jumlah kursi di dewan sudah memenuhi syarat untuk mengusung sendiri pasangan calon, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain, juga belum jelas siapa nama yang akan dielus. Disebut-sebut, empat pentolan PD Padangsidempuan sama-sama punya kans untuk ikut menjadi calon. Keempatnya yakni Ketua DPRD Aswar Syamsi, Ketua DPC PD KHoiruddin Nasution, anggota DPRD Darwin Harahap, dan Ketua Dewan Penasehat PD Padang Sidempuan, Baginda Tambangan.

Siapa yang punya kans terbesar? “Nanti semua kita polling. Kan masih tahun depan,” ujar Ruhut.
Lebih lanjut dia menjelaskan, nantinya bukan hanya kader PD saja yang namanya masuk daftar untuk dipolling. “Non kader pun, jika dinilai bagus, akan kita polling juga,” ujar Ruhut. Dengan kata lain, PD tidak membatasi bahwa calon yang akan diusung harus kader PD sendiri. “Bisa dari luar,” tegasnya.

Baca Juga :  HORAS Tolak Hasil Pemilukada TAPSEL

Dia mengatakan, mekanisme polling ini tetap dilakukan karena dianggap paling fair. “Dan tidak ada yang bisa mengintervensi hasil polling,” cetusnya.  (sam)

hariansumutpos.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*