Kades Aek Suhat Padang Bolak Dituding Selewengkan ADD

PADANGBOLAK- Kepala Desa Aek Suhat, Kecamatan Padang Bolak, Khoiruddin Siregar (50), dituding menyalahgunakan Anggaran Dana Desa (ADD) dan memecat anggota perangkat desa serta sekretaris desa (Sekdes) tanpa melalui musyawarah desa.

Tudingan tersebut disampaikan Baginda Natigor Siregar didampingi Mora Siregar kepada METRO, Selasa (26/4), di Gunung Tua. Baginda Natigor menyebutkan, pemerintah daerah harus tegas dan menonaktifkan Khoiruddin Siregar. Pasalnya, kades tersebut telah menyalahgunakan jabatannya dengan semaunya mengganti perangkat desa dan sekdes tanpa melalui musyarawah desa. Kades juga diduga telah menyelewengkan dana ADD Tahun 2010. “Kami telah melaporkan masalah ini ke Bupati Paluta yang ditembuskan pada instansi terkait seperti DPRD, Kejaksaan, Pemdes, Inspektorat dan juga pihak kecamatan. Kami minta instansi terkait harus tegas dan menonaktifkan Khoiruddin Siregar dari jabatannya,” ujar mereka.

Baginda menambahkan, dalam mengelola ADD, Kades tak pernah bersikap transparan dan aspiratif dengan masyarakat. Bahkan, katanya, warga juga tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana ADD. “Khoiruddin Siregar memperlakukan dana ADD seolah-olah dana tersebut miliknya pribadi. Tak hanya itu, bukti fisik pembangunan dari dana ADD sangat minim sekali,” ungkapnya.

selain itu, sambung Baginda, warga juga mengeluhkan pelayanan yang di lakukan kades pada masyarakat terkesan pilih kasih. “Kalau dia (kades, red) tak suka dengan orang-orang tertentu, maka orang yang dimaksud tak akan dilayani. Meski urusan dengan kades itu teramat penting. Belum lagi masalah penyaluran dana BLT yang tak jelas sampai sekarang ini, hanya semaunya saja.” tambahnya.

Baca Juga :  LPI - Persebaya Siap Jinakkan Minangkabau FC

Camat Padang Bolak, Tunggul P Harahap yang dikonfirmasi melalu Kasi Pemerintah Ahmad Yuni di ruang kerjanya mengaku pihaknya sudah mendapat laporan soal keluhan warga Desa Aek Suhat itu. “Laporan itu sudah kita terima. Kades Khoiruddin Siregar sudah kita panggil beberapa waktu lalu. Namun, dalam menindaklanjuti laporan ini, harus diperkuat berdasarkan alat bukti. Kita tidak bisa menafsirkan atau mengira-ngira,” tegasnya.

Sementara, Kades Khoiruddin Siregar saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membantah semua tudingan yang disampaikan warganya. Dia mengatakan bahwa semua itu bohong dan fitnah. “Tidak benar itu semua. Kalau masalah sekdes wajar saya lakukan tidakan pemecatan karena oknum sekdes (Ali Daud Siregar, red) selama setahun lebih tidak pernah berada di desa dan tidak pernah menjalankan tugasnya sebagai sekdes,” ucapnya. Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan oleh beberapa warganya tidak berdasar dan penuh rekayasa. Karena kondisi apa yang ada di lapangan tidak sesuai dengan yang dilaporkan.

“Tuduhan yang dilontarkan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan masyarakat desa itu dengan tujuan ingin mengintimidasi saya selaku kepala desa. Semua itu fitnah dan tidak beralasan,” pungkasnya. (thg/ara)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Protes, Dua Petani Palas Jahit Mulut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*