Kadis Kesehatan: Bidan Ujung Tombak Persalinan

Kamis, 25 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

SIDIMPUAN-METRO; Akademi Kebidanan (Akbid) Sentral Kota Padangsidimpuan (Psp), menggelar capping day mahasiswa tingkat I Angkatan ke-VII, di Kompleks Sidimpuan Baru, Silandit, Kecamatan Psp Selatan, Senin (22/2) lalu. Dalam acara itu, Kepala Dinas Kesehatan Psp, Doria Hafni, mengatakan bahwa bidan merupakan ujung tombak persalinan.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Chandra Syafei SPoG, melalui Drg Jauhari, memberikan apresiasi pada jajaran Akbid Sentral karena telah bersusah payah memajukan pendidikan di Kota Padangsidimpuan.

Dijelaskannya, apalagi ke depan saingan akan bertambah dengan masuknya tenaga medis asing yang punya segudang pengalaman dan serba berkecukupan. “Oleh karenanya, sejak dini mari kita tingkatkan daya kompetensi kita dalam menghadapinya jika tidak mau terpinggirkan. Teramat penting juga bagi sektor kesehatan adalah langkah-langkah dalam peningkatan kepada pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi terhadap para pasien. Walaupun memang sepenuhnya masalah kesehatan adalah bukan sepenuhnya tanggung jawab petugas kesehatan akan tetapi tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

Wali Kota Psp, Drs Zulkarnaen Nasution MM, melalui Kadis Kesehatan Kota Psp, Doria Hafni, menyampaikan selamat atas capping day seluruh mahasiswa Akbid Sentral, semoga hal ini menjadi langkah awal untuk lebih serius mendalami ilmu kebidanan.

“Para bidan sebagai ujung tombak dalam persalinan dan kehamilan tenaga medis yang punya dedikasi yang handal dan profesional karena punya tugas yang berat dalam pelayanan kesehatan. Selain itu munculnya berbagai wabah penyakit yang melanda masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan sehingga diperlukan pelayanan pembinaan dan peningkatan mutu yang berkesinambungan dalam peningkatan derajat kesehatan di kota Psp yang kita cintai ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Untuk Optimalkan PAD, Dishub Palas Diminta Diminta Pasang Plank Tarif Parkir

Ketua Kopertis Sumut, Prof Dr Zainuddin yang diwakili Drs Margono, menegaskan, pentingnya kepada para mahasiswa agar tidak mensia-siakan waktu dan kesempatan yang ada karena kesempatan tersebut belum tentu bisa di miliki orang lain. Begitu juga kepada seluruh civitas akademik Akbid Sentral Psp untuk lebih bersinergis dalam memajukan pendidikan dengan melengkapi sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti laboratorium dan perlengkapan lainnya sebagai penunjang dalam praktek.

Direktur Akbid Sentral Psp, Baurlina Ritonga, dalam laporannya menyebutkan Akbid Sentral Psp berada di bawah naungan Yayasan Perguruan Sentral Psp yang sesuai dengan SK kepala badan PPSDM Depkes RI No : HK.00.06/IV/2264.2009 tanggal 5 Mei 2009, tentang seleksi penerimaan mahasiswa baru, dengan jumlah pendaftar umum sebanyak 195 orang, dan yang mengikuti testing sebanyak 189 orang sedangkan yang lulus sesuai alokasi sebanyak 150 orang.

Dijelaskannya, peserta didik tingkat I masuk asrama 2 September 2009 dan pada tanggal 3 sampai 5 September telah mengikuti kegiatan Pengenalan Program Studi (PPS) untuk mensosialisasikan struktur organisasi dan program perkuliahan.

Diungkapkannya, untuk mengetahui tingkat kemampuan mahasiswi dalam memncapai tujuan mata kuliah juga dilakukan evaluasi tengah semester, akhir semester dan penugasan ilmiah.

Adapun nama-nama para mahasiswa yang memperoleh indeks prestasi (IP) tertinggi atau yang terbaik adalah pertama Sinta Sribina Sinaga dengan IP 3,80, kedua, Nurmala Sari Pane dengan IP 3,76 dan ketiga atas nama Eka Yulianti dengan IP 3,70.

Sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar-mengajar yang tersedia di Akbid Sentral tuturnya adalah ruang belajar 7 kelas, ruang lab kebidanan 3 unit, ruang lab keperawatan 1 unit, ruang demonstrasi 1 unit, ruang komputer 1 unit, perputakaan 1 unit, transportasi mobil dinas 2 unit, aula 1 unit. Soal tenaga pengajar ada 28 dosen tetap dan 20 dosen tidak tetap dengan pendidikan DIII, D-IV, S1 dan S2.

Baca Juga :  76 Tower Seluler di Palas Tidak Bayar Retribusi

Maaruf Hasibuan mewakili orang tua mahasiswa menyatakan sanagat berterima kasih kepada dosen karena telah bersusah payah mengajar para anak didik begitujuga kepada mahasiswa agar terus giat belajar dengan harapan bisa menjadi kader kesehatan yang terbaik nantinya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Psp yang diwakili Kadinkes Kota Psp, Doria Hafni, Kadinkes Sumut Dr Chandra Syafei SPOG yang diwakili drg Jauhari Mars, Drs Margono mewakili Ketua Kopertis Sumut, Pembina Yayasan Sentral Psp, Ketua Akbid Sentral Psp, Aryanto Harahap, civitas akademika, mahasiswa dan orangtua mahasiswa. (mag-01)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*