Kadis Kesehatan: Waspadai Angin Duduk, Penyakit Jantung Akut

www.metrosiantar.com

awas1 Kadis Kesehatan: Waspadai Angin Duduk, Penyakit Jantung Akut PALUTA-METRO; Masyarakat diminta waspada terhadap serangan penyakit angin duduk atau angina pectoris. Sebab, penyakit ini merupakan serangan jantung akut. Demikian disampaikan Kadis Kesehatan dan Sosial Paluta, H Mara Bintang Harahap SKM MSc, melalui Kabid P2P dr Irwan, kepada METRO, Jumat (24/2).

Irwan mengatakan, dalam ilmu kedokteran istilah “angin duduk” tidak ada. Pemahaman masyarakat tentang penyakit tersebut perlu diluruskan supaya kita tahu dan paham apa yang sebenarnya terjadi.

“Penyakit angin duduk sebenarnya penyakit serangan jantung akut yang mengakibatkan sesak nafas. Gejala orang yang mengalami serangan jantung itu, seperti tanda-tanda orang yang masuk angin, yakni, mual, banyak mengeluarkan keringat dan harus duduk karena mengalami sesak nafas, sehingga biasa disebut angin duduk,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pemahaman yang salah tersebut perlu diluruskan, sehingga mengakibatkan masyarakat (pasien,red) banyak mengalami serangan jantung terlambat ditolong karena terlambat dibawa ke rumah sakit.

Padahal, seharusnya pasien dengan serangan jantung harus segera dibawa ke rumah sakit agar penanganannya lebih optimal dan hasilnya lebih baik. “Kecepatan mencari pertolongan ke rumah sakit akan memengaruhi hasil pengobatan. Pertolongan pertama kasus serangan jantung akut tersebut dapat dengan memberikan aspirin 100 mg dengan cara dikunyah dan pemberian nitrogloserin di bawah lidah, dan segera diberikan oksigen 3-4 liter/menit,” ujarnya. Oleh sebab itu, tambah irwan, untuk mencegah penyakit jantung dianjurkan untuk melaksanakan pola hidup sehat. Antara lain menghindari stres, menjaga berat badan ideal, menjaga pola makan, olahraga ,dan melaksanakan cek up kesehatan minimal 1 tahun sekali setelah kita berusia 40 tahun untuk deteksi dini. (thg)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mantan bendahara Dinkes Palas mangkir dari jaksa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*