Kadis PU & Bendahara Tapsel Tersangka

MEDAN – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tapanuli Selatan, AS, dan Bendahara, MN, tersangka kasus dugaan korupsi transfer dana APBD ke rekening pribadi. “Kedua ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mendapatkan bukti permulaan yang cukup atas keterlibatan mereka dalam penyimpangan keuangan negara,” kata Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu Jufri, kepada Waspada Online, pagi ini.

Ditambahkan, setelah dari hasil penyidikan, timnya menemukan ada penggunaan dana APBD Dinas PU Tapsel yang dipindahkan bendahara ke rekening pribadi Kepala Dinas PU Tapsel. “Dari anggaran APBD Dinas PU Tapsel Rp6,2 miliar, sebanyak Rp707 juta tidak bisa dipertanggungjawabkan. Uang itu itu tidak digunakan sebagaimana semestinya. Artinya, bukan untuk kegiatan dinas yang sudah diatur,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Jufri, timnya juga menemukan adanya penyimpangan anggaran lain dalam proyek pembangunan jalan di wilayah Tapsel. Dimana, dana Rp2 miliar diduga berpotensi merugikan keuangan negara. Untuk kasus yang satu ini, penyelidikannya terpisah. Tidak disatukan dengan kasus transfer ke rekening pribadi.

Dalam kasus ini, kata Jufri , penyidik telah memanggil belasan saksi dalam kasus tersebut. Mulai dari Kepala Dinas PU Tapsel, Bendahara, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), pegawai Dinas PU, dan pihak ketiga. ”Untuk langkah penahanan, kita lihat nanti. Namun, saat ini belum ditahan,” tegasnya. Proses penahanan merupakan kewenangan penyidik yang diatur dalam KUHAP.

Baca Juga :  Djohar: Klub Pembangkang Turun ke Level Bawah

Menurut Jufri, langkah penahanan dilakukan jika penyidik menganggap tersangka menghambat proses penyidikan seperti menghilangkan barang bukti, melarikan diri, dan berbuat pidana lainnya. “Sejauh ini kita masih belum melihat ke arah sana,” ujarnya.

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*