Kadis PU Pemko P. Sidimpuan Akui Proyek PU dan P2KP Tumpang Tindih

Kadis PU Pemko P. Sidimpuan Akui Proyek PU dan P2KP Tumpang Tindih

P. Sidimpuan, (Analisa)

Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kota Padangsidimpuan Hamid Syarifuddin Lubis mengakui adanya tumpang tindih proyek PU dan P2KP dalam pengerjaan jalan setapak di empat kawasan.

“Memang benar danya tumpang tindih dalam pengerjaan proyek jalan setapak itu , tapi saya tidak ingat lagi kawasan mana saja,” ujarnya kepada wartawan usai memenuhi panggilan Komisi II DPRD P. Sidimpuan , Jumat (28/1).

Dikatakan, kegiatan yang tumpang tindih itu sebenarnya disebabkan kurangnya koordinasi antara Dinas PU dan P2KP.

“Sebenarnya, P2KP dinas PU kurang koordinasi, satker tidak pernah melaporkan kepada saya, sebagai atasannya di P2KP sesuai dengan surat keputusan yang dikeluarkan Dirjen PU,” terangnya.

Ditambahkan Hamid, apabila ada kerjasama yang baik dengan P2KP, kemungkinan besar, peristiwa ini tidak akan terjadi.

“Tapi saya tegaskan sekali lagi, bahwa Satker dan pengurus P2KP tidak pernah mau melaporkan kegiatannya kepada PU, “katanya.

Sebelumnya, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kota telah memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padangsidimpuan terkait dengan dugaan tumpang tindih proyek.

Tumpang tindih proyek itu terjadi pada pelaksanaan proyek pembangunan jalan setapak, dimana pada tahun 2009 Dinas PU sudah mengeluarkan anggaran sebanyak Rp 2 miliar lebih.

Namun anggaran pembangunan jalan setapak pada daerah yang sama juga dianggarkan pada Program Penanggulangan Kemiskinan di Kota (P2KP), pada tahun yang sama.

Baca Juga :  DPRD dan Pemko Sidimpuan Studi Banding ke Madina

Ketua Komisi II DPRD Padangsidimpuan Azhari mengatakan, pemanggilan Kepala Dinas PU tersebut, untuk memintai keterangan Kadis PU terkait dugaan proyek tumpang tindih, antara proyek yang dari Dinas PU dan program P2KP.

“Dalam hal ini kita mempertanyakan kepada Kadis PU tentang dua pos anggran yang dikucurkan untuk pembangunan jalan setapak yang berasal dari APBD dan program P2KP, “katanya.

Selain itu katanya, pemanggilan ini juga disebabkan banyak pengaduan masyarakat yang masuk ke Komisi II DPRD Kota Padangsidimpuan, tentang tumpang tindih pengerjaan proyek jalan setapa di beberapa daerah yang ada di Kota Padangsidimpuan.

“Kita tidak mau ada penyimpangan yang berbuntut kepada lenyapnya anggaran, padahal anggaran itu sangat besar, makanya kita meminta keterangan dari masing-masing sumber anggaran itu baik dari P2KP maupun Dinas PU,” terangnya.

Sementara itu, Khoiruddin Nasution mengungkapkan bahwa, yang melatarbelakangi pemanggilan itu terkait dengan sejumlah proyek yang dikerjakan secara bersamaan dengan anggaran yang berbeda.

“Kalau hal ini terjadi maka sudah terdapat pemborosan, padahal anggaran itu bisa dikerjakan untuk pembangunan yang lainnya,” tegasnya.

Khoiruddin mengatakan, tidak adanya kejelasan pengerjaan proyek antara P2KP dan Dinas PU Kota Padangsidimpuan, pada pengerjaan jalan setapak membuat DPRD Komisi langsung memanggil dan mempertanyakannya kepada dinas terkait.

“DPRD komisi II Kota Padangsidimpuan juga akan langsung menghadirkan antara Dinas PU dan P2KP, jadi kita akan konfrontir mereka berdua,” ujarnya. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  14 Kasus Kaki Gajah di Tapsel

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*