Kadishut Tapsel Dikenai Wajib Lapor

MEDAN- Poldasu menetapkan dua tersangka penggelapan dan pencurian kayu milik PT Panei Lika Sejahtera (PLS) Kepala Dinas Kehutanan Tapanuli Selatan (Kadishut Tapsel) Syahgiman Siregar dan seorang pengusaha, Heri Gusman wajib lapor.
Hal itu diketahui setelah keduanya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh Penyidik Subdit II Harta Tanah Dan Bangunan Poldasu, Kamis (1/12).  Keduanya tak ditahan karena ada penangguhan dari pengacaranya masing-masing.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakso mengatakan terkait tidak dilakukannya penahanan terhadap Kadishut Tapsel  dan rekannya seorang pengusaha belum bisa dibeberkannya secara rinci karena dirinya sedang berada di luar Kota Medan.

Kasubdit II Harta Tanah dan Bangunan (Tahbang) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Rudi Rifani mengatakan kedua tersangka Kadishut Tapsel dan Heri Gusman dikenakan wajib lapor.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Bambang Herianto saat hendak ditemui di ruang kerjanya. Mengaku sedang sibuk dan tak bisa diganggu. Bahkan, Sumut Pos mencoba konfirmasi via SMS, tapi sampai berita ini ditulis tak ada balasannya. Hal sama dilakukan Wadir Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Masudi, bedanya AKBP Masudi menolak bertemu melalui staf pribadinya. “Bapak wadir Reskrim lagi ada tamu, dan lagi sibuk,” ujar stafnya itu.

Anehnya, berselang beberapa menit Dir dan Wadir Direktorat Reserse Kriminal Umum mengaku sedang sibuk dan tak bisa diganggu. Seorang wanita berparas cantik dengan tubuh tinggi sekitar 170 cm kulit putih datang dengan membawa tas tangan besar berbahan kulit berwarna merah hati.   Wanita yang mengaku bernama Siti itu mengaku masuk ke ruangan Bambang Harianto. Setelah masuk ke ruangan, selang beberapa menit di dalam wanita itu ke luar dan masuk ke ruangan Masudi. Selanjutnya naik ke lantai dua dan akhirnya keluar menaiki mobilnya dengan diantar pegawai harian lepas Poldasu. (mag-5)

Baca Juga :  Walhi tuding ada kejahatan hutan di Tapsel

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

6 Komentar

  1. Emailnya coba recheck, disitu ada sedikit paparan format digitalnya `makan` sekian Mb, mudahnya hardcopy aja dikirim viaTiki. Maklumlah di pedalaman, gadget canggih pun tokh jaringan lelet. Sabar aja sampai minggu depan. Pilah dan pilih aja dulu datanya, klu pun diblow-up, moment pas Jan` 2012 dst. Wass.

  2. Silahkan buka emailnya, dah dijelaskan pilihan datanya hardcopy dan softcopy dan ditunggu penyampaian minatnya. Trim’s atensinya, wass.

  3. Bang Achmad, tolong dong kirim datanya ke LP2TS (alamatnya klik aja di google) biar saya sampaikan laporan resmi ke KPK di Jakarta. Sebagai stakeholder kita tidak boleh dan pantang untuk berhenti menyuarakannya kasus ini ke publik, supaya ada efek jera bagi para pihak yang terkait dengan perkara ini.

  4. Maling ayam, jurtul judi togel omsetnya cuma berapa, makan aja pas-pasan emangnya ada yang bisa dibagi? Ini nominalnya nggak tanggung untuk ukuran kabupaten, 8 M bank garansi IPK Pt. PLS plus denda 3,5 M raib dari Kas Pemkab c/q Dishut, 29.000 M3 kayu illegal ditadah Pt. OPM, 5.000 M3 kayu Pt. PLS diselundup Harry Jusman berlindung pada dokumen SKSKB dari Kadishut Syahgiman, dah puluhan M. Penyidikannya selama 3 thn sejak awal kasus diangkat lsm Alarm dan Walhisu 2009 terlihat seolah jalan di tempat, padahal data dan bukti kasus udah jadi rahasia umum beredar ke publik. Ada apa? Cocok itu, Poldasu yang kayak keong, dipelototin sama KPK biar kenceng.

  5. Sekiranya Tersangka itu adalah pelaku judi TOGEL atau maling ayam, Poldasu tidak akan pernah memberikan penangguhan Penahanan, IRONIS…!!!!!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*