Kajari Didesak Jelaskan Kasus PS Sidimpuan

16129883c0091f4bd652d36f35bf4df6d99128da Kajari Didesak Jelaskan Kasus PS Sidimpuan
Mahasiswa menyampaikan orasi di halaman Kejari Psp, Rabu (23/5). Mereka menuntut kejelasan proses hukum PS Sidimpuan.

SIDIMPUAN– Mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi di Kota Padangsidimpuan yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Gerakan (Formakar) demo ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Psp, Rabu (23/5).

Mereka menuntut kejelasan kasus korupsi PS Sidimpuan.Koordinator aksi M Syafii Nasution dan Sahminan Rambe dalam pernyataan sikapnya meminta Kejari Psp menjelaskan bagaimana dan sampai di mana sebenarnya proses hukum PS Sidimpuan setelah ditetapkannya dua terdakwa dalam kasus ini, yakni Wakil Manajer, Hadi Ashari Nasution dan mantan Kadispora, M Soleh Pulungan.

Sementara mantan Kadispora, Asgul Idilhan Dalimunthe yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Tapsel yang telah ditetapkan sebagai tersangka masih belum juga dimintai keterangan dan bagaimana statusnya; apakah tetap tersangka selamanya atau menjadi terdakwa.

Kemudian, mahasiswa juga mempertanyakan kepada Kasi Intel mengapa Walikota Psp selaku Ketua Umum PS Sidimpuan tidak diperiksa dan dimintai keterangan, dan bagaimana juga dengan status Sekda Psp, Sarmadan Hasibuan sebagai Manajer PS Sidimpuan. Karena mahasiswa menganggap bahwa keduanya diduga ikut secara bersama-sama dalam dugaan korupsi PS Sidimpuan sebesar Rp1.240.000.000 tersebut.
“Kejaksaan jangan tebang pilih dalam menangani perkara korupsi. Kita minta siapa saja yang terlibat di dalamnya dan kita duga ikut secara bersama-sama melakukan korupsi dalam kasus PS Sidimpuan seperti anggota DPRD Tapsel Asgul Idilhan Dalimunthe yang mantan Kadispora, karena diduga secara bersama-sama Hadi Ashari Nasution dan M Soleh Pulungan yang sudah divonis bersalah oleh PN Psp telah merugikan negara dalam kasus PS Sidimpuan tahun 2008-2009,” kata mereka.

Baca Juga :  Wakil DPRD Sinyalir Ada Rekayasa Pengangkatan Tenaga Honorer Kategori I

Selain itu, kata Syafii, Kejari Psp juga diminta untuk menangkap dan mengadili Walikota Psp dan Sekda Psp, Zulkarnaen Nasution dan Sarmadan Hasibuan selaku Ketua Umum dan Manajer PS Sidimpuan karena diduga sebagai pelaku utama dan atau menyuruh melakukan dalam kasus korupsi PS Sidimpuan, sebab Hadi Ashari Nasution dan M Soleh Pulungan adalah pelaku turut serta dalam kasus korupsi PS Sidimpuan.

Kemudian Syafii juga menuturkan sewaktu menangani perkara ini penyidik di Kejaksaan terkesan tidak merunut persoalan hingga ke tingkat level atas dan diduga ada permainan, sehingga akhirnya hanya menetapkan Wakil Manejer PS Sidimpuan, Hadi Ashari Nasution dan mantan Kadispora, M Soleh Pulungan sebagai tersangka.

“Logika berfikir saja. Tidak mungkin bawahan melakukan korupsi tanpa ada arahan dan perintah atasannya. Sayang dalam menangani perkara ini Kejari terkesan tidak menggunakan logika itu dan mengkaitkan urutan dalam persoalan ini,” tutur Syafii. Sementara itu Kasi Intel Polim Siregar SH menuturkan pihaknya masih terus melakukan lidik dalam kasus ini, khususnya semua yang terlibat di dalamnya.

Dikatakannya, adapun alasan Walikota Psp tidak dipanggil menjadi saksi karena dibutuhkan izin dari Presiden untuk memeriksa Walikota, sedangkan Sekda katanya sudah diperiksa selama proses kasus PS Sidimpuan di Kejari hingga proses persidangan di PN Psp. “Sedangkan izin pemeriksaan satu tersangka lainnya yakni Asgul Idilhan Dalimunthe saja sampai sekarang belum kita terima dari gubernur bagaimana kita bisa memanggil dan memeriksa,” ujarnya.

Sedangkan dua terdakwa yang sudah divonis oleh PN Psp yakni Hadi Ashari Nasution dan M Soleh Pulungan masih sedang mengajukan banding ke PT Medan sehingga putusan hukumnya belum tetap (incraht). “Keduanya masih banding, jadi putusan hukum kedua terdakwa ini belum incraht atau belum ada keputusan hukum tetap,” jelasnya.

Baca Juga :  Gempa Bikin Panik Pasien Rumah Sakit

Meski sudah mendengar jawaban dari Kasi Intel tetapi mahasiswa tetap tidak terima dan kurang puas dengan jawaban tersebut. Karena menurut mahasiswa apa yang disampaikan oleh Kasi Intel sudah mereka dengar pada saat demo-demo sebelumnya.

Untuk itu mahasiswa menjadwalkan akan langsung menyurati Kajari Psp untuk melakukan dialog dan menjelaskan kepada mereka bagaimana sebenarnya perjalanan kasus hukum PS Sidimpuan. Usai mendengarkan jawaban dari Kasi Intel Kejari Psp, Polim Siregar SH mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (phn)

sumber : www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*