Kajatisu dan Gubsu diminta cermati kebijakan Bupati Tapsel

TAPANULI SELATAN  Sejumlah kebijakan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) yang akhir-akhir ini menjadi sorotan tajam berbagai kalangan, dimata menjadi perkatian serius Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).

“Kita mengharapkan Kejatisu dan Gubsu jangan justru bungkam dan membisu. Kita berharap agar ini menjadi perhatian serius agar ini menjadi perhatian serius untuk menentukan langkah selanjutnya,” kata Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Angkola Timur, Ikbal Halif Siagian.

Dia yakin, Kejatisu dan Plt Gubsu telah mendapat informasi terkait kebijakan dibuat Bupati Tapsel terkait berbagai hal, misalnya pertapakan kantor bupati yang memicu warga sipirok melakukan demo, persoalan perkebunan dan persoalan kebijakan bupati yang menempatkan pejabat yang dinilai kurang memaksimalkan fungsi Baperjakat.

Menurut Ikbal, persoalan pembangunan dari sektor proyek fisik, dia menggarisbawahi sejumlah hal persoalan pembangunan Pasar Sitinjak, yang baru saja selesai dibangun sudah rusak karena kontraktor diduga melaksanakan proyek asal jadi, begitu juga dengan paket proyek lainnya.

Selain itu, tambah Ikbal, Persoalan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) di sejumlah SD. Sekolah yang menerima anggaran BOS, lanjut dia, sepertinya masuk ke ‘lingkaran setan’, karena anggaran BOS tersebut ketika dicek langsung sejumlah sekolah, dari tahun ketahun penggunaannya diduga disalahgunakan. Persoalan ini cenderung tidak pernah menjadi perhatian Bupati Tapsel.

“Ketika kita cek ke sekolah, masalah buku masih banyak SD di Tapanuli Selatan yang siswanya tidak mempunyai buku secara lengkap. Dalam pertanggung jawaban BOS setiap tahunnya bukunya itu-itu7 saja dibuat Kasek. Makanya kita heran, inspektorat, Kejari dan Kejatisu tidak pernah kita dengar memiliki perhatian serius dengan memiliki perhatian serius terhadap masalah ini,” kata Ikbal.

Baca Juga :  Tenaga Gizi Sidimpuan, Wakili Sumut ke Istana Negara

Menyangkut persoalan tanah perkebunan yang tumpang tindih di wilayah Tapanuli Selatan, bukian rahasia lagi, dan di khawatirkan akan menjadi semacam ‘bom waktu’. Bupati Tapsel terlihat kurang merespon yang mencuat ke permukaan karena dinilai bermula dari kurang berpihak kepada rakyat.

“Kita juga heran melihat langkah-langkah Bupati Tapsel sekarang ini dan sangat jauh melenceng dari visi dan misinya ketika mencalonkan diri menjadi bupati Tapsel. Kita dari PDI Perjuangan akan terus melakukan pengawasan agar kebijakan itu berpihak kepada rakyat,” kata Ikbal.

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. Kami Masyarakat Pancasila Indonesia telah berhasil melaporkan kasus2 korupsi syamsul arifin semasa menjabat bupati langkat dan semasa gubsu telah dipanggil KPK dan akhirnya sampai sekarang nyangkut di hotel prodeo salemba….karena syamsul nginap lama…..makanya. gatot jadi plt gubsu……jadi wajar ajalah……gatot belum siap jadi gubsu…..he…he….., sebagai bupati tapsel kalo mungkin syahrul terlibat kasus korupsi….apalagi dengan….dana…pendidikan….ya…kalo ada data-data kasus korupsi bupati tapsel…..tolong kirimkan ke Masyarakat Pancasila Indonesia……biar kita buat dia menyusul…..ketuanya…..di hotel prodeo…..he…he….

  2. Buat Ucok Regar,, kalo mo tau cara buat ikan saleh,,, silahkan mengunjungi rianiate siais. di tepi danau ada usaha penyalean ikan… Cepatlah datang kawan sebelum danau siais bakal tercemar akibat air limbah yang mau dibuang ke sungai batang toru yang apabila pasang air laut akan masuk ke sungai siais

  3. Indikasi kuat, bupati dan jajarannya memang melakukan penyelewangan dalam kata populer ‘KORUPSI’… Ini karena bupatinya tidak kompeten, pejabat, kadis dan lainnya saja belum tersusun secara permanen tahun kedua pemerintahannnya, Apa yg bisa diharapkan dari Bupati seperti itu..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*