Kajatisu Mundur Jika Rahudman Bebas

Sution Usman Aji, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

MEDAN – Kasus dugaan korupsi mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Rahudman Harahap, tampaknya sengaja diulur-ulur oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), untuk diajukan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lambatnya proses itu, mengakibatkan pemeriksaan Walikota Medan itu menjadi kendala bagi pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Ketidakpastian Seskab mengajukan surat izin pemeriksaan dari Presiden,  membuat Kajatisu, Sution Usman Adji pusing dan menyatakan akan nekad mundur dari jabatan, bila izin pemeriksaan kasus dugaan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Tapsel 2005 sebesar Rp1,5 miliar itu tidak keluar.

“Saya siap mundur kalau memang nanti kasus ini sengaja diperlambat oleh pihak Seskab, sehingga Rahudman bebas tanpa terjerat hukum,” ujar Sution, seraya menyebutkan Rahudman juga terlibat kasus dugaan penyimpangan Rp5 miliar pasca gelar perkara di Kejaksaan Agung (Kejagung) Jakarta.

Pernyataan Sution itu menyusul adanya kabar kalau Rahudman diduga telah melakukan lobi-lobi politik dengan menabur uang kepada pihak terkait di Jakarta, agar proses kasus tersebut lamban ditangani Seskab.

Sution juga mengungkapkan, pihakya sampai saat ini belum mendapat interpensi dari jajaran, yakni Kejagung maupun Seskab. ”Sampai saat ini tidak ada interpensi dalam penangan kasus Rahudman,” ungkap Sution, tadi malam.

Sution menyebutkan, jika nantinya Kejagung melakukan interpensi dalam pananganan kasus Rahudman, agar kasus ini tidak dinaikkan atau diperlambat, pihak Kejatisu akan menentang kebijakan Kejagung.

Baca Juga :  Angkutan Umum di Sidimpuan Aksi Mogok

“Walaupun sebagai anak yang tidak boleh melawan kepada orang tuanya, tetapi dalam hal ini saya akan menentang mereka,” tegas Sution, seraya menyebutkan, kasus Rahudman telah menjadi perhatian publik di Sumatera Utara, sehingga kasus ini harus dilanjutkan.

Diketahui, kasus ini mulanya ditangani oleh Polda Sumut dan menyeret mantan Bendahara Sekda Tapsel, Amrin Tambunan sebagai tersangka dan Rahudman Harahap sebagai saksi. Setelah kasus ini masuk dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, Kejatisu kembali menyidik kasus dan menetapkan Rahudman sebagai tersangka.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Salut dan bangga kepada Kajati SU, mudah2an bukan hanya stetmen untuk menyenangkan masyarakat sesaat. masyarakat Tapsel menunggu janjimu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*