Kala Mourinho Ajak Tukang Sapu ke Manchester

MADRID, KOMPAS.com — Tukang sapu asal Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Abel Rodriguez, akhirnya benar-benar dibawa Jose Mourinho ke Manchester United (MU). Ini anugerah besar kedua yang ia dapatkan dari Mourinho, setelah diberi kesempatan menonton El Clasico.

Rodriguez yang keturunan Meksiko itu berjuang keras untuk bertemu Mourinho di Madrid, dan itu pengalaman pertamanya ke Eropa. Sempat diusir petugas, ia akhirnya terlihat oleh Mourinho dan didatanginya. Lalu, seolah keajaiban menghampiri Rodriguez (baca juga: Kisah Tukang Sapu Memburu Mourinho).

Seorang tukang sapu dari Los Angeles, Amerika Seriakt, Abel Rodriguez (kiri) akhirnya bisa bertemu pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Ia tak hanya difasilitas Mourinho menonton laga El Clasico, tapi juga laga Liga Champions antara Madrid lawan Manchester United.

Ia bisa menonton El Clasico antara Madrid melawan Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu pada 2 Maret 2013 karena bantuan Mourinho. Seusai laga itu, Madrid terbang ke Manchester, Inggris, untuk melawan Manchester United pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Dan, Mourinho juga membawa Rodriguez.

Mourinho meminta Rodriguez membantu menyiapkan dan mengurus peralatan pemain Real Madrid. Ia membantu menyiapkan dan mengatur tas pemain untuk penerbangan ke Inggris. Dia juga bekerja membantu keperluan latihan tim, sehari sebelum Madrid melawan MU, 5 Maret 2013.

Lalu, pada 5 Maret itu, mimpi lama Rodriguez benar-benar terwujud. Ia tak menyangka akan berada di Stadion old Trafford, Theatre of Dreams. Apalagi, ia menonton laga besar antara Madrid melawan MU.

Ternyata, aktivitasnya membantu tim Madrid tertangkap televisi. Keluarga dan rekannya melihatnya berjalan di lapangan dekat Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson.

Beberapa detik sebelumnya, striker MU, Javier Hernandez, yang juga dari Meksiko, mendatangi Rodriguez. Dia mengatakan akan memberikan kostumnya kepada Rodriguez setelah laga usai. Ternyata, tanpa sepengetahuan Rodriguez, Mourinho telah meminta pemain berjuluk Chicharito itu untuk memberi sesuatu kepada Rodriguez. Dan, Hernandez menjanjikan kostumnya.

Baca Juga :  Rooney Antar MU ke 16 Besar

“Orang-orang ini memperlakukan saya seperti saya bagian dari mereka. Ini sesuatu yang akan saya ceritakan kepada cucu-cucu saya,” kata Rodriguez bahagia.

Madrid menang 2-1 pada laga itu dan lolos ke perempat final Liga Champions dengan agregat 3-2. Rodriguez pun bisa menjadi bagian dari kebahagiaan Los Blancos.

Laga itu diwarnai kartu merah untuk Nani. Itu membuat Sir Alex Ferguson marah karena merasa wasit tak seharusnya memberi kartu merah. Bahkan, Ferguson kemudian menolak datang di temu pers.

Meski begitu, Ferguson tetap mengundang Mourinho untuk minum anggur bersama. Dan, Rodriguez menjadi saksinya. Bahkan, Ferguson datang ke ruang ganti Madrid untuk mengajak Mourinho minum anggur.

Rodriguez menceritakan, “Ia (Ferguson) datang ke ruang ganti dengan segelas anggur di tangannya dan mengatakan kepada saya, ‘Katakan kepada Jose (Mourinho) bahwa anggurnya sudah siap, katakan kepadanya juga untuk cepat-cepat’.”

Rodriguez terkesan terhadap sikap Ferguson dan Mourinho. Kepada mereka, ia mengatakan, “Anda benar-benar gentlemen sejati.”

Lalu, muncullah Hernandez. Ia menepati janjinya untuk memberikan kausnya kepada Rodriguez.

“Hal pertama yang ia (Hernandez) katakan kepada saya adalah, ‘Berapa lama kamu bekerja di Real Madrid?’,” tutur Rodriguez.

“Lalu, saya jawab, ‘Sejujurnya saya tak bekerja untuk mereka.’ Saya kemudian menjelaskan kepadanya apa yang terjadi. Dia tampak kaget pada awalnya. Tapi, ia kemudian mengatakan, ‘Kamu tahu? Itu mengagumkan’.”

Kembali ke ruang ganti Madrid, bek Marcelo bertanya kepada Rodriguez apakah ia mau membawa kausnya ke ruang ganti MU dan ditukarkan dengan kaus Robin van Persie.

Baca Juga :  Ayo Dukung Chris John

Rodriguez melaksanakan permintaannya. Tetapi, kemudian muncul ide bercanda. Kepada Marcelo, ia mengatakan, “Dia (Van Persie) mengatakan akan menukar kausnya dengan orang lain.”

Padahal, sebenarnya Rodriguez sudah memegang kaus Van Persie, tetapi ia sembunyikan di punggungnya. Marcelo pun agak kecewa dan mengatakan, “Benarkah?”

Rodriguez buru-buru menjawab, “Saya hanya bercanda. Ini kausnya.”

Rodriguez akhirnya kembali ke Los Angeles dengan membawa sejuta cerita dan hadiah. Ada jersey dari Chicharito, Mesut Oezil, Kaka, dan Michael Essien. Bahkan, ia mendapat salah satu bola yang dipakai dalam pertandingan.

Kenangan itu amat berharga buat Rodriguez. Saat Madrid terbang kembali ke Spanyol, Mourinho minum anggur bersama anggota tim. Tak jarang ia menunjuk Rodriguez.

“Semua orang di Real Madrid bahagia. Sebab, mereka tahu dia (Rodriguez) sejak pramusim dan tahu bahwa ia pekerja keras serta pribadi yang hebat. Dia bersama kami dan kami memenangi dua pertandingan. Banyak yang mengatakan bahwa ia sebaiknya tetap bersama kami,” kata Mourinho.

Di pesawat, pada malam saat perjalanan dari Manchester ke Madrid, Rodriguez mengatakan, ia tak punya kesempatan untuk berterima kasih kepada Mourinho. Ia kini juga belum memiliki nomor telepon Mourinho. Maka, ia sengaja mengisahkan ini sebagai ungkapan terima kasih kepada Mourinho. (CNN)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*