Kalapas Sugeng Irwan, Bc IP SH: Lapas II B Sidimpuan Bertekad Bina Napi Jadi Manusia Seutuhnya

Padangsidimpuan, Lapas II B Padangsidimpuan bertekad membina para narapidana agar bisa menjadi manusia yang seutuhnya. Karena tujuan sistem pemasyarakatan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 2 UU No. 12 Th 1995 tentang pemasyarakatan dinyatakan “Sistem pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk warga binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri,

dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dapat hidup secara wajar sebagai warga Negara yang baik dan bertanggung jawab.

Hal ini disampaikan Kalapas II Padangsidimpuan, Sugeng Irwan Bc IP SH didampingi Alamsyah Ritonga (Ka KTU), Dame Sitompul (Kasi Kamtib), Army Siregar (Kepala Pengamanan), KB Siregar (Kasi Binadik dan Kegiatan Kerja) kepada Analisa, Selasa (18/6)

Dijelaskan, saat ini jumlah penghuni Lapas II B Padangsidimpuan, Narapidana 262 orang, tahanan 99 orang. Kasus narapidana yang menonjol yaitu kasus narkoba dengan 92 kasus.

Menyinggung tentang program pembinaan di antaranya bimbingan agama. Kegiatan kreativitas kerja, pembuatan packing block, pembuatan lemari, meja dan bangku-bangku sekolah, pemecah kemiri dan kerajinan tangan pembutan gelang dari tanduk kerbau.

Bidang pendidikan bagi narapidana, yakni Kejar Paket B sebanyak 40 orang, dan kerjasama dengan Diknas Padangsidimpuan. Di bidang olahraga, sedang penjajakan dengan KONI Padangsidimpuan, Lapas Padangsidimpuan sebagai Base Camp (tempat) salah satu olah raga yang menonjol yakni volly ball

Baca Juga :  Jalan Menuju Desa Tangga-tangga Hambeng Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara - Baru Dibangun, Rusak Lagi

Hasil pantauan Analisa, langsung ke sel-sel ruangan Lapas II B Padangsidimpuan, sejak Kalapas dijabat Sugeng Irwan Bc IP SH, kondisi Lapas terlihat lebih asri, sejuk, nyaman dan bersih. Sehingga kesan rumah tahanan yang dahulu menyeramkan kini sudah berubah menjadi wadah pembinaan bagi warga yang pernah melakukan kekhilafan dalam hidupnya.

Hal ini sejalan dengan tujuan akhir dari sistem pemasyarakatan adalah bersatunya kembali warga binaan pemasyarakatan dengan masyarakat, sebagai warga Negara yang baik dan bertanggung jawab, sehingga keberadaan mantan warga binaan di masyarakat nantinya diharapkan bisa ikut membangun masyarakat dalam pembangunan.

Salah seorang warga binaan Lapas II B Padangsidimpuan, Ahmad Dabuke (43), mengaku memiliki keterampilan kerajinan tangan pembuatan asesoris dari tanduk kerbau. Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat memasilitasi pemasaran hasil karyanya tersebut.

Kendala yang dihadapi Lapas Kelas II B Padangsidimpuan saat ini, over kapasitas penghuni napi di setiap sel. Seharusnya 5-6 orang, kini bisa menjadi 8-10 orang per sel. Hal ini sangat rawan terhadap kesehatan para napi itu sendiri.

Selain itu, masih minimnya sarana air bersih di rutan, mengakibatkan sering antrean dalam mendapatkan air bersih.

Warga binaan Rutan Padangsidimpuan, berharap perhatian Walikota Padangsidimpuan dan Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, dapat menampung anggaran pengadaan sumur bor atau sarana air bersih di lingkungan Rutan Padangsidimpuan. (ben)

Baca Juga :  BRI Unit SM Raja Padangsidimpuan Dibobol Rp. 970 Juta Digondol

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=55636:kalapas-sugeng-irwan-bc-ip-sh-lapas-ii-b-sidimpuan-bertekad-bina-napi-jadi-manusia-seutuhnya&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*