Kaligis: Nazaruddin Akan Bungkam Soal Partai

KOMPAS.com — Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap wisma atlet, akan bungkam soal Partai Demokrat. Dia tidak akan berbicara lagi soal partai ataupun soal pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi seperti yang disampaikan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu dalam “nyanyiannya” selama buron.

Hal tersebut disampaikan OC Kaligis yang mengaku kuasa hukum Nazaruddin seusai mengunjungi sel Nazar di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. “Jadi sampaikan kepada Pak SBY, saya sendiri, saya tidak ngomong soal partai,” kata Kaligis menirukan ucapan Nazaruddin.

Menurut Kaligis, saat diperiksa KPK pada Kamis (18/8/2011) besok, kliennya tidak akan memberikan keterangan soal Partai Demokrat dalam berita acara pemeriksaan. “Dia tidak mau ngomong pada KPK. Jadi pemeriksaan besok dia (Nazaruddin) cuma mau jawab satu, ‘masukin saja saya dalam penjara’,” ujar Kaligis.

Menurut Kaligis, Nazaruddin juga akan bungkam terkait tudingannya terhadap Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan Wakil Ketua KPK M Jasin. “Yang lain-lain dia (Nazaruddin) tidak mau ngomong lagi. Soal partai, soal Chandra, dia engggak mau bilang,” ungkap Kaligis.

Seperti diketahui, selama buron, Nazaruddin melancarkan tudingan-tudingan terhadap berbagai pihak. Mulai dari Partai Demokrat hingga KPK. Nazaruddin menyebutkan adanya aliran dana proyek wisma atlet dan proyek Hambalang ke Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Dia juga menyebutkan anggota DPR lainnya, yakni Angelina Sondakh (asal Fraksi Partai Demokrat), Wayan Koster (Fraksi PDI-P), dan Mirwan Amir (Fraksi Partai Demokrat) terlibat dalam kasus wisma atlet.

Baca Juga :  Panglima TNI Cek Tulisan Kolonel Adjie di Kompas yang Kritik SBY

Selain itu, Nazaruddin menuding pejabat KPK membuat kesepakatan dengan Anas untuk merekayasa kasusnya. Dia menyebut Chandra dan Jasin sebagai rekan Anas. Selain itu, menurut Nazaruddin, Chandra bersama Ade Rahardja mengadakan pertemuan dengan Anas untuk menyepakati skenario kasus wisma atlet. Menurut Nazaruddin, Chandra dan Ade sepakat tidak memeriksa Anas dan kader Partai Demokrat lainnya dalam kasus wisma atlet. Sebagai gantinya, Anas akan meloloskan Chandra dan Ade dalam seleksi calon pimpinan KPK periode berikutnya. Chandra dan Ade gagal dalam seleksi tahap kedua capim KPK.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*