Kamis, Puncak Hujan Meteor Leonid

Hujan meteor Leonid akan mencapai puncak pada Kamis. Namun, pada hari itu diperkirakan bulan bersinar terang dan mengaburkan kembang api itu.

Hujan meteor Leonid paling terkenal adalah pada 1998-2002. Saat itu, hujan meteor ini dapat terlihat jelas. “Tahun ini, bulan akan sedikit penuh dan hujan meteor terjadi pada 18 November . Sayangnya, peristiwa ini akan tertutup bulan,” kata direktur Science Popularisation Association of Communications and Educators (SPACE).

Devgun mengatakan, para pengamat langit dapat pergi ke wilayah yang gelap jauh dari cahaya kota, dan mencoba melihat langsung ke langit sebelum subuh. Meteor ini biasa disebut sebagai bintang jatuh.

Bintang jatuh bisa dilihat tiap malam, tapi jika bintang jatuhnyabanyak maka hal itu disebut hujan meteor. Hujan meteor terjadi ketika bumi melintasi orbit komet. Ketika komet bergerak pada orbitnya, komet meninggalkan debu dan materi batuan.

Leonid berasal dari sebuah komet bernama Tempel-Tuttle yang membuat jalur seperti laso mengelilingi matahari setiap 33 tahun. Komet ini mendapatkan nama dari lokasinya yang berada di konstelasi Leo. (inilah.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*