Kapolda Pastikan Mereka Perampok Bank CIMB Niaga

DOLOKMASIHOL – Kapolda Sumut Irjen Oegroseno memastikan bahwa enam orang yang tertangkap dalam penyergapan di Dusun III, Desa Dolok Sagala, Dolok Masihol, Serdang Bedagai, Sabtu (2/10), merupakan komplotan perampok Bank CIMB NIaga Cabang Aksara, Medan, 18 Agustus lalu. Hal itu berdasarkan barang bukti yang ditemukan polisi yang sangat erat kaitannya dengan perampokan Bank CIMB Niaga Aksara Salah satunya senjata M 16 yang berhasil disita merupakan milik anggota Brimob Brigadir (Anumerta) Immanuel Simanjuntak yang ditembak di Bank CIMB Niaga Aksara.

Kapolda Sumut Irjen Oegroseno yang ikut dalam melakukan penyisiran langsung ke TKP di Pondok Lalang, Desa Dolok Sagala, Dolok Masihol, mengatakan kontak senjata yang terjadi antara kawanan perampok dan aparat kepolisian lebih kurang berlangsung 1 jam lebih.

Dia mengakui, keberhasilan polisi ini merupakan jasa inforamasi yang diperoleh dari masyarakat. “Ini berkat informasi masyarakat yang sangat bagus kepada aparat,” kata Irjen Oegroseno yang didampingi oleh Kasat Brimob Polda Sumut, Kombes Ferdianto Iskandar Biticaca.

Lebih lanjut Oegroseno mengatakan, kawanan yang tewas dalam kontak senjata itu berjumlah 4 orang, “Pelaku tewas yang berada pada titik wilayah ini ada 4 orang,” katanya.

Dia mengungkapkan dari pihak aparat polisi juga mengalami luka tembak yang berasal dari satuan Brimob, “Sedangkan satu anggota Brimob kita kena tembak, bernama Bripka Sugeng. Dia kena tembak di bagian pundak,” ujarnya.

Baca Juga :  Gizi Buruk Rawan di Pinggiran Medan

Di TKP di daerah Pondok Lalang di tengah perkebunan sawit milik PT Socfindo Bangun Bandar, Oegroseno juga ikut menyisiri lokasi TKP sejauh 6 km dari titik awal lokasi penembakan di Dusun III, Salang Puah, Desa Dolok Sagala.

Oegroseno mengatakan, kawanan yang ditembak merupakan DPO yang selama ini dicari-cari. “T tokoh utama yang kita kejar, O juga, dan Z. Satu lagi belum kita kenal,” ungkapnya.

Sosok yang disebutkan oleh Oegroseno itu bernama Taufik Hidayat, Ozi Syahputra, Zulkarnain dan Olip. Sedangkan satu orang lagi yang masih hidup dan terkena luka tembak di bagian pahanya bernama Robin Simanjuntak. Terakhir dari kawanan tersebut yang ditangkap bernama Abdul Gani Siregar.

Abdul Gani Siregar ditangkap pukul 18.30 Wib, setelah tergeletak lemas di sebuah rumah kosong. Diperkirakan dia dalam kondisi dehidrasi dan kelaparan. (riz)

Sumber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*