Kapolres P. Sidimpuan: Kearifan Lokal Solusi Tingkatkan Kualitas Kepatuhan Hukum Masyarakat

Kearifan lokal dapat dijadikan sebuah alat dalam upaya meningkatkan kepatuhan hukum masyarakat sebuah daerah.

Demikian paparan makalah yang disampaikan Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik, S.IK, M.Si dihadapan seratusan mahasiswa dalam kuliah umum (stadium general) Fakultas Hukum di Aula kampus Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) Jalan ST M Arif Kota P. Sidimpuan, Kamis (31/3).

Dikatakan, lubuk larangan sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat P. Sidimpuan dan sekitarnya yang sampai saat ini masih hidup dan diperaktekkan dalam ritunitas kehidupan sehari-hari dapat dijadikan contoh paling dekat.

“Tingkat kepatuhan dan loyalitas masyarakat terhadap kesepakatan maupun norma yang diatur di dalam lubuk larangan itu sangat tinggi, meskipun lokasinya tidak dijaga oleh petugas khusus. Ini sesungguhnya sangat menarik untuk dikaji dan diaplikasikan dalam upaya meningkatkan kwalitas kepatuhan hukum masyarakat yang mulai apatis terhadap hukum positif “ujarnya.

Dikatakan, secara umum tantangan tugas Polres P. Sidimpuan pada masa kini dan yang akan datang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh globalisasi yang diakibatkan oleh kemajuan dan perkembangan pesat pada aspek teknologi khususnya dibidang transportasi dan telekomunikasi.

Tantangan tugas tersebut diantaranya, penyeludupan, perdagangan narkoba, terorisme (trans nasional crime), pelaksanaan pemilu/pilkada (demokratisasi), rencana pemekaran Sumatera Tenggara (Sumteng), kwalitas kesadaran masyarakat, pekat dan street crime, residivis, angka kecelakaan Lalin, kontaminasi personil terhadap kejahatan dan peningkatan ekspektasi masyarakat.

Baca Juga :  Desa Purwodadi Raih Penghargaan Provinsi

Selanjutnya, kuantitas dan kualitas partisipasi masyarakat dalam penanganan masalah kamtibmas, tingkat kesejahteraan personil dan ketersediaan sarana prasarana kepolisian guna mendukung pelaksanaan fungsi dan tugas fokoknya.

Dijelaskan, strategi dan upaya Polres P. Sidimpuan dalam memberikan jaminan kenyamanan, ketertiban dan keamanan yaitu dengan melakukan penguatan internal, mengedepankan upaya dan tindakan pencegahan Kamtibmas, mendukung dan memperkuat instansi terkait dalam melaksanakan fungsi dan kewenangan kepolisian, menerapkan strategi perpolisian masyarakat, penegakan hukum dengan menerapkan tiga nilai dasar dan menerapkan dan mengembangkan proses pelayanan yang diberikan Polres P. Sidimpuan kepada masyarakat.

“Upaya-upaya itulah yang sedang kita lakukan saat ini, untuk menciptakan personil kepolisian yang professional dan dicintai masyarakat, “ungkapnya.

Diakhir makalahnya, Kapolres mengajak mahasiawa dan seluruh elemen masyarakat untuk turut memikirkan bagaimana seharusnya Polres P. Sidimpuan menjalankan fungsi dan tugas pokoknya, sehingga ekspektasi masyarakat dalam mendapatkan jaminan kenyamanan, ketertiban dan keamanan dapat segera terwujud.

“Berikan saran dan ingatkan kami, karena akan sangat berguna dalam penerapan tugas kami sebagai aparat kepolisian yang profesional, “pintanya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Michwar Zaini dalam sambutannya mengungkapkan, dukungannya atas program Polres P.Sidimpuan, utamanya memberantas penyakit masyarakat di daerah ini.

“Kiranya dengan program tersebut, keamanan, ketertiban dan kenyamanan akan tercipta di kota dalihan natolu ini, ” harapnya.

Acara stadium general Fakultas hukum itu, diisi dengan dialog interaktif dan dirangkai penyerahan cinderamata oleh rektor UMTS Michwar Zein kepada Kapolres P. Sidimpuan.

Baca Juga :  Jangan Biarkan Bangunan Bersejarah Padangsidimpuan jadi Ruko!

Hadir dalam acara itu, unsur civitas akademik UMTS, BEM dan seratusan mahasiswa Fakultas Hukum UMTS. (hih) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. ” Tantangan tugas tersebut diantaranya, penyeludupan, perdagangan narkoba, terorisme (trans nasional crime), pelaksanaan pemilu/pilkada (demokratisasi), rencana pemekaran Sumatera Tenggara (Sumteng), kwalitas kesadaran masyarakat, pekat dan street crime, residivis, angka kecelakaan Lalin, kontaminasi personil terhadap kejahatan dan peningkatan ekspektasi masyarakat.”

    Komentar saya adalah kenapa endemi (penyakit masyarakat) yaitu Perjudian antara lain toto gelap yang masih ada di masyarakat Tapsel tidak masuk dalam rangkaian tugas Polres Tapanuli Selatan ? Mohon perhatian Pak Kapolres untuk hal ini !

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*