Kapolri Akui Rendahnya Kepercayaan ke Polisi

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti melantik delapan Kapolda dan perwira tinggi Mabes Polri di Gedung Mabes Polri, Jakarta, kemarin (12/6). (Imam Husein/Jawa Pos)

JAKARTA – Banyaknya oknum polisi yang menyalahgunakan wewenang serta bertingkah kasar dan arogan kepada masyarakat mendapat perhatian Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Perilaku yang tidak sesuai dengan sumpah Tribrata Polri itu membuat tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri minim.

Kondisi tersebut membuat Badrodin meminta semua pejabat di bawahnya bersama-sama membangun citra Polri. ”Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah turut andil dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” tuturnya dalam serah terima jabatan dan pelantikan delapan kepala kepolisian daerah (Kapolda) dan lima pejabat Markas Besar (Mabes) Polri di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri kemarin (12/6).

Badrodin menambahkan, pergantian maupun rotasi di tubuh korps Bhayangkara dilakukan sebagai upaya penyegaran dan regenerasi. ”Di tengah keterbatasan SDM (sumber daya manusia, Red) yang ada, Polri terus berusaha memenuhi harapan masyarakat,” lanjutnya.

Pelantikan kemarin adalah bagian dari rotasi terhadap ratusan jajaran perwira Polri. Berdasar salinan surat telegram Kapolri tertanggal 5 Juni 2015 yang diperoleh media, setidaknya 178 perwira akan menempati jabatan baru paling lambat dalam waktu dua pekan sejak surat diterbitkan. Dalam salinan surat tersebut terlihat tanda tangan Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan mewakili Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Tentang tanda tangan, Badrodin menjelaskan, surat telegram itu hanya bersifat pemberitahuan. Sementara keputusan mutasi sesungguhnya ditetapkan berdasar surat keputusan Kapolri yang ditandatanganinya sendiri. ”Mutasi itu harus tanda tangan Kapolri, tidak bisa orang lain. Kalau Kapolri tidak ada, tidak bisa,” jelas Badrodin.

Baca Juga :  Cover Celengan Babi - Dewan Pers: Jangan Sampai Masalah Tempo & Polri Dibawa ke Ranah Hukum

Menariknya, selaku penanda tangan telegram, Budi Gunawan tidak terlihat sepanjang acara. Menurut Badrodin, BG –sapaan akrab Budi Gunawan– sedang menunaikan ibadah umrah. ”Wakapolri mengambil cuti hingga pekan depan. Izinnya sampai hari Selasa atau Rabu depan,” ucapnya.

Dalam pelantikan kemarin, salah satu nama yang disorot adalah Asisten Rencana dan Anggaran (Arsena) Kapolri Inspektur Jenderal (Irjen) Tito Karnavian yang dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Unggung Cahyono. Posisi Unggung digeser menjadi asisten operasi (Aops) Kapolri yang sebelumnya dijabat Irjen Arief Wahyudi. Arief menggantikan posisi yang ditinggalkan Tito.

Tito yang pernah menjadi kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan menangani kasus bom Bali menyatakan memiliki beberapa prioritas yang akan dikedepankan dalam masa jabatannya. Salah satunya adalah mengatasi kemacetan Jakarta. Selain itu, kata dia, akan ada delapan satuan tugas untuk mengatasi premanisme, percaloan, dan korupsi. ”Termasuk kekerasan di jalanan, begal, dan lain-lain,” ujar Tito.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat dijabat Irjen Mochammad Iriawan yang bertukar posisi dengan Kadiv Bidang Hukum Irjen Moechgiyarto. Adapun Kapolda Kalimantan Tengah akan ditempati Brigjen Fakhrizal, menggantikan Brigjen Bambang Hermanu yang dipersiapkan ke Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas).

Penunjukan Brigjen Sobri Effensi Surya sebagai Karorenmin Bareskrim Polri membuat jabatan Kapolda Maluku Utara yang dijabatnya harus berpindah ke tangan Imam Budi Supeno. Sementara posisi Kapolda Jambi pindah ke tangan Brigjen Lutfi Lubihanto, menggantikan Brigjen Bambang Sudarisman.

Baca Juga :  Capek Sembunyi, Tersangka Koruptor dana Operasional Dinkessos Palas Nyerah

Lalu, nama Brigjen Umar Septono dipercaya menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat, menggantikan Brigjen Raden Budi Winaro yang pindah ke Kadivpropam menyuksesi Komjen Syafruddin. Syafruddin sendiri kini menjabat kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol). Adapun posisi asisten SDM Polri yang ditinggal Irjen Haka Astana pensiun digantikan Irjen Sabar Rahardjo. (far/c9/kim)


JAWAPOS

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*