Kapolri: Bomber Medan Miliki Kontak Langsung dengan Bahrun Naim

Di depan Pansus RUU Terorisme DPR, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memaparkan soal perkembangan paham radikal di Indonesia dan cara menangani aksi teror yang tepat pada era reformasi, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Di depan Pansus RUU Terorisme DPR, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memaparkan soal perkembangan paham radikal di Indonesia dan cara menangani aksi teror yang tepat pada era reformasi, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8). (Liputan6.com/Johan Tallo)Jakarta kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut, pelaku percobaan bom bunuh diri (bomber) pada Gereja Katolik St Yoseph, Medan, Sumatera Utara yaitu IAH tidak terkait dengan jaringan manapun. Tetapi, kata Tito, IAH memiliki hubungan eksklusif menggunakan Bahrun Naim.

“Pelaku atas nama Ivan Hasugian. Dia merupakan tipologi self radicalization. Jadi radikalisasi sendiri belum tergabung dalam jaringan atau network apapun pada Indonesia. Akan tetapi beliau mempunyai kontak eksklusif menggunakan Bahrun Naim, yang ada pada Syria,” celoteh Tito waktu kedap dengar pendapat menggunakan Komisi III dpr di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (lima/9/2016).

Dia menuturkan, Bahrun Naim terkait menggunakan bom di Mapolresta Solo serta percobaan bom di Surabaya. Kontak langsung ini artinya kenyataan baru.

“ada hubungan langsung IAH menggunakan Bahrun Naim. Ini kenyataan baru. Lone wolf dengan merekrut anak di bawah 18 tahun yang merakit bom sendiri serta melakukan sendiri,” ucap mantan ketua BNPT ini.

Namun, lanjut Tito, bom yang dibawa oleh IAH di pada ransel serta diledakkan, meledaknya tidak sempurna sehingga hanya mengeluarkan barah.

“serta kemudian dia (IAH) mengeluarkan senjata tajam yg telah dibawa, menyerang pastor dan terkena tangannya. Namun berhasil dilumpuhkan jemaat waktu itu. Kita sudah melakukan pengembangan,” kentara Tito.

Baca Juga :  21 Gunung Api di Indonesia dalam Kondisi Tidak Normal

Di Minggu 28 Agustus 2016, Ivan menggemparkan Medan. Beliau membawa ransel berisi bom rakitan ke Gereja Santo Yosep sekitar pukul 08.00 WIB. Bom yang dibawanya berdaya ledak rendah. Saat itu, bom buatan Ivan hanya mengeluarkan percikan barah.

Selanjutnya, beliau mengeluarkan senjata tajam serta menyerang Pastor Albert S Pandingan. Ivan langsung diamankan para jemaat yang melihat aksinya.

/Liputan6.Com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*