Kapolri Diminta Tangguhkan Penahanan Korban Penembakan Kompolnas: Penembakan Warga Aek Buaton Palas Tidak Manusiawi

(Analisa/hairul iman hasibuan) Temui Korban: Kompolnas Edi Hasibuan sedang meminta keterangan para korban penembakan aparat kepolisian yang sedang dirawat di RSUD P. Sidimpuan, Minggu (31/3).

Padangsidimpuan, (Analisa). Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) Edi Saputra Hasibuan menilai penembakan yang dilakukan personil kepolisian terhadap warga Desa Aek Buaton Kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padanglawas (Palas) merupakan perbuatan yang tidak manusiawi.

“Besok, Kompolnas akan menemui Kapoldasu menanyakan apakah penembakan warga Aek Buaton itu sudah sesuai prosedur atau tidak, jika nantinya ditemukan pelanggaran, personil yang terlibat harus diberi sanksi, “ ujar Edi Hasibuan saat menemui para korban penembakan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan, Minggu (31/3).

Selain itu, Edi juga mendesak pihak kepolisian untuk mengembalikan sepeda motor milik para korban yang ditahan pihak Polres Tapsel.

“Kembalikan sepeda motor para korban, penahanan tidak cukup kuat untuk menjadikan sepeda motor sebagai alat bukti tindak pidana, keluarga korban sangat membutuhkan sepeda motor itu untuk mengantar anak-anaknya kesekolah, “ imbuhnya.

Ditanya kapan hasil investigasi Kompolnas diketahui, Edi Hasibuan belum bisa memastikan karena hasil temuan dilapangan nantinya masih akan diproses.

Tangguhkan 

Edi meminta agar Kapolri melalui jajarannya untuk memberikan penangguhan penahan kepada para korban penembakan.

“Pada kesempatan itu, saya meminta Kapolri untuk menginstruksikan jajarannya untuk memberikan penangguhan penahan kepada para korban yang ditetapkan sebagai tersangka, ” imbuhnya.

Baca Juga :  Banjir Lumban Pinasa jadi perhatian

Dalam kesempatan itu, Edi Hasibuan juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Padanglawas (Palas) yang telah menanggung biaya perobatan para korban penembakan aparat kepolisian.

“Terimaksih atas apresiasi berupa bantuan biaya yang diberikan Pemkab Palas terhadap para korban penembakan, “ katanya.

Sementara itu, korban penembakan Amir Khotib Pulungan (48) kepada Kompolnas mengaku, saat kejadian ia baru tiba di Mapolsek Binanga.

“Saat saya tiba dan baru memarkirkan sepeda motor , suara letupan peluru sudah terdengar, selang beberapa menit punggung saya sudah ditembus peluru, “ ungkapnya.

Amir Khotib juga mengungkapkan, rata-rata mereka mengalami luka tembak dibagian tubuh bagian belakang. “Hampir semua korban, ditembak dibagian belakang tubuh, “ cetusnya.

Tolak

Kepada Kompolnas Edi Hasibuan, Amir Khotib juga menolak status tersangka yang disematkan Polres Tapsel kepada para korban penembakan.

“Kami mendatangi Mapolsek Binanga hanya untuk menuntut agar 3 warga kami yang ditahan dilepaskan, kok malah kami dijadikan tersangka, “ ratapnya.

Hal senada dikatakan korban lainnya Rustam Nasution (35) dan Murni Siregar (60) yang berharap adanya rasa keadilan bagi mereka korban penembakan.

“Mohon berikan kami keadilan, kami hanya warga biasa yang tidak tahu apa-apa, jangan tambah lagi penderitaan kami dengan status tersangka, “ ujarnya.

Pantauan Analisa, Kompolnas Edi Hasibuan didampingi Wakapolres Tapsel Zainuddin S.Ag serta sejumlah personil Kepolisian tiba di RSUD P. Sidimpuan sekitar pukul 10.30 WIB.

Baca Juga :  Kasus susu formula, warga P.Sidimpuan resah

Mereka kemudian langsung menuju ruangan enam korban penembakan yang dirawat di RSUD P. Sidimpuan.

Kunjungan Kompolnas itu, hanya sekitar 15 menit dan pertanyaan hanya sebatas letak luka tembak, kondisi kesehatan serta harapan para korban.

Usai mendapatkan, informasi yang dibutuhkan Kompolnas Edi Hasibuan kemudian meninggalkan RSUD P. Sidimpuan dengan mengenderai Inova bersama Wakapolres Tapsel.

Kepada wartawan, Edi Hasibuan menyebut Senin (1/4) sekitar pukul 10.00 WIB akan menemui Kapoldasu serta tiga korban penembakan yang tengah dirawat di Medan karena luka parah yang diderita. (hih) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*