Karena Batas Wilayah P.Sidimpuan Dengan Tapsel Tidak Jelas Pembangunan Jalan Goti Di Stop

609642530f4d8cfe8cda5b22c8a5277810e9dd1 Karena Batas Wilayah P.Sidimpuan Dengan Tapsel Tidak Jelas Pembangunan Jalan Goti Di Stop Pembangunan jalan di Desa Goti yang dibangun PNPM-MP P2KP Kota Padangsidimpuan (Psp) untuk sementara dihentikan alias distop. Alasannya, wilayah pembangunan jalan itu belum diketahui masuk wilayah Psp atau Tapsel.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Psp, Sarmadhan Hasibuan kepada METRO, Kamis (26/8) lalu. Menurutnya, persoalan jalan tersebut masih bermasalah maka untuk sementara pembangunan jalan tersebut dihentikan. “Untuk sementara pembangunan jalan ini kita hentikan,” katanya.

Penghentian pembangunan jalan ini, sambung Sekda, menunggu kepastian titik koordinat apakah hutan yang dibangun menjadi jalan tersebut oleh P2KP Psp masuk dalam wilayah daerah siapa. “Dapat dulu kordinatnya masuk wilayah siapa, karena selama ini batas wilayah antara Pemkab Tapsel dengan Pemko Psp tidak jelas,” tambahnya.

Namun, Sarmadhan tidak dijelaskan bagaimana cara memastikan apakah wilayah hutan yang dibangun, ia hanya mengatakan menunggu kepastian titik koordinat hutan untuk memastikan hutan tersebut masuk wilayah Pemkab Tapsel atau Pemko Psp.

Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat (FD) DPRD Psp, H Khoiruddin Nasution SE kepada METRO, Jumat (27/8), meminta kepada Pemko Psp untuk tidak hanya menunggu saja. Melainkan aktif untuk mengetahui kepastian akan jalan dan hutan tersebut agar tidak terlalu lama masyarakat Desa Goti menunggu kepastian jalan di desa mereka. Apalagi, menurutnya selain kepentingan akan reboisasi hutan, jalan yang dibangun tersebut sangat dibutuhkan warga Desa Goti dan sekitarnya untuk pergi ke kebun mereka mengangkut hasil bumi seperti karet dan lainnya.

Baca Juga :  Bupati Paluta Serahkan SK CPNS Formasi Umum

“Kita berharap persoalan ini diselesaikan secepatnya, jangan terlalu lama lagi, karena jalan ini sangat vital untuk mengangkut hasil perkebunan warga, belum lagi hutan perlu segera direboisasi. Kita minta Pemko Psp dan Pemkab Tapsel segera menyelesailkan masalah ini. Sebab, akibatnya masyarakat yang dirugikan,” sebut Khoir.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Tapanuli Selatan (Tapsel) menegaskan jika memang benar pembangunan jalan di Desa Goti, Kota Padangsidimpuan (Psp), masuk dalam areal hutan Tapsel, maka pihaknya akan bertindak tegas dengan melaporkannya kepada penegak hukum.

Kadishut Tapsel, Syahgiman Siregar, kepada wartawan, Selasa (3/8), di sela-sela rapat dengan Komisi I DPRD Tapsel, mengatakan, memang sudah dilakukan tinjauan ke hutan di Desa Goti 27 Juli lalu. Namun, hasil tinjauan tersebut masih belum diterimanya dan hal ini justru berseberangan dengan yang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaporan dan Pengawasan Hutan.

SUmber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Pembangunan_Jalan_Goti_Distop

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. ha.aha.a..a bikin malu aja… batas halaman aja ngak jelas.. he.aha.a. udah kayak jaman dahulu aja… ngak ada istilah batas2an…. langsung saja bilang milik kita adalah dari sini sampai lurus hingga ngak terlihat he.aha.ha.ah…… lagian pembangunan Jalan kan mamfaatnya untuk sarana transprotasi antara wilayah… jadi mau ada batas kek.. atau tidak sepanjang masih di Indonesia ini, kalau masih milik negara ya udah… bangun saja he.aha.a..pusing2 amat….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*