Karena Diperlakukan Tidak Adil – Ibu Kandung Terdakwa Teriaki Oknum Hakim PN. P.Sidimpuan

Padangsidimpuan, Majelis Hakim perkara dugaan Penganiayaan dengan perkara No. 520/Pid.B/2012/PN.Psp an Terdakwa KSH yang diketuai Faisal,SH pada saat sidang (Senin 05/11) setelah pembacaan jawaban atas Eksepsi Penasehat Hukum terdakwa oleh Penunut Umum menjadi ricuh, Para hakim diteriaki keluarga  Terdakwa karena dinilai telah bertindak diskriminasi dalam mengeluarkan Tahanan secara sepihak, dimana dalam 2 berkas perkara yang saling mengadu sebelumnya Para Terdakwa ditahan secara bersama-sama oleh Jaksa, namun setelah berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Padangsidimpuan Majelis Hakim yang menangani kedua berkas perkara itu justru mengeluarkan dari tahanan terhadap Terdakwa an. MASBULAN TAMBUNAN DKK (Perkara Pengeroyokan) dengan perkra No. 521/Pid.B/2012/PN.Psp sedangkan dalam perkara No. 520/Pid.B/2012/PN.Psp an Terdakwa Khairul Saleh Harahap  (Perkara Penganiayaan) tidak bersikap sama, sehingga menimbulkan kegeraman keluarga Terdakwa Khairul Saleh Harahap  yang memang dari keluarga kurang mampu.

”Ibu kandung Khairul Saleh Harahap tidak terima perlakuan yang semena-mena oleh oknum Hakim Faisal,SH dalam melepaskan Terdakwa perkara Pengeroyokan  yakni  No. 521/Pid.B/2012/PN.Psp an Terdakwa MT Dkk, sedangkan anaknya KSH tidak dikeluarkan dari tahanan. Dan Pengeluaran tahanan Terdakwa Pengeroyokan oleh Hakim tsb diduga adanya praktek Mafia Hukum dan keganjilan  karena meskipun belum ada Perdamaian dan juga Perkara Pengeroyokan jauh lebih berat ancamannya tapi Hakim Faisal,SH justru lebih mengutamakan mengeluarkan Terdakwa Pengeroyokan (tidak bersama-sama Terdakwa penganiayaan yakni Kahirul Harahap.’ Demikian diterangkan Penasehat Hukum Khairul Saleh Harahap dari Kantor Hukum Marwan Rangkuti & Rekan yakni Ahmad Marwan Rangkuti,SH pada wartawan dikantornya Jl. Perintis Kemerdekaan No. 16 B Padangsidimpuan (Selasa 06/11) .

Baca Juga :  Pengumuman kelulusan CPNS Mandailing Natal
Dalam persidangan itu, Marwan juga sempat mengajukan keberatan kepada Majelis hakim Faisal,SH.,MH agar kliennya diperlakukan sama dikeluarkan dari tahanan sebagaimana yang diperlakukan pada Terdakwa Pengeroyokan, namun dengan alasan masih akan dipertimbangkan Hakim menunda persidangan pada minggu depan, sehingga hal ini membuat keluarga Terdakwa KSH emosi dan meneriaki para hakim tersebut, dan akibatnya para hakim tersebut lari tunggang langgang menuju masuk kedalam kamarnya masing-masing., sementara ibu kandung Terdakwa bernama Yulisnasari Siagian terus berteriak dan akhirnya pingsan dan kemudian dibantu oleh pengunjung sidang agar menenangkan keluarganya.”Rasa keadilan rakyat dan pencari keadilan sudah dipermainkan oknum-oknum Hakim sehingga KY dan MA harus meberikan tindakan tegas dan memeriksa latar belakang dikabulkannya pengeluaran Terdakwa pengeroyokan tersebut”Ujar Marwan.
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Nanya ? Punya duit ngak ? Kalau ngak .. jangan terlalu berharap …. Sejak kapan merasa keadilan itu ada di pengadilan ? apalagi di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan …. tapi mau ngadu sama siapa ? Kejaksaan ? Polisi … kayaknya ngak usah mimpilah dapat keadialn kalau ngak punya duit untuk burangir……. maaf, memang itulah kenyataannya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*