Karena Eel Ritonga Tidak Punya Legal Standing, PN Sidimpuan Batalkan Dakwaan Jaksa Atas Tohir Ritonga

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padangsidimpuan yang terdiri Hakim Ketua Morgan Simanjuntak, SH.,M.Hum yang juga Ketua PN. Padangsidimpuan bersama Faisal,SH.,MH dan M. Shobirin,SH.,M.Hum selaku hakim anggota, dalam perkara pidana No. 87/Pid.B/2015/PN.Psp maupun perkara pidana No. 88/Pid.B/2015/PN.Psp pada hari Senin (13/4) dalam putusan sela nya telah membatalkan seluruh dakwaan JPU atas kedua terdakwa baik M.Tohir Ritonga maupun Terdakwa Samson Ritonga dalam perkara dugaan Pencurian dalam keluarga atas Surat-surat Harta Warisan alm. H. B.P.Ritonga atau dikenal Ritonga Coy yang dituduhkan Eel Ritonga als. M. Abdu Ritonga beberapa waktu lalu dan batalnya dakwaan JPU itu akibat dasar dakwaan yang dituduhkan oleh mantan kelompok Ada Band itu ternyata secara hukum tidak memenuhi syarat delik aduan sesuai ketentuan Pasal 72 KUHP, dimana Pelapor Eel Ritonga bukanlah orang yang berhak mengadukan perkara tersebut karena Eel Ritonga secara hukum tidak punya legal standing mengadukan adik tirinya itu apalagi terungkap EEL Ritonga pernah membuat surat pernyataan diatas sumpah kepada ayahnya sendiri untuk menolak harta-harta ayahnya itu pada tahun 1998 baik setelah nantinya ayahnya itu meninggal dunia.” Alhamdulillah, ternyata Majelis hakim PN. Padangsidimpuan telah menegakkan hukum dan menemukan fakta hukum atas perkara itu dan berani tegakkan hukum secara benar dan profesional dengan batalkan dakwaan JPU dalam putusan selanya No. 87/Pid.B/2015/PN.Psp dan perkara No. 88/Pid.B/2015/PN.Psp terhadap kedua klien kami, dan dasar pembatalan dakwaan ini akibat pihak pelapor ternyata bukanlah orang yang berhak (tidak punya legal standing) untuk melaporkan adanya perbuatan sebagaimana yang didakwakan JPU, sebab pelapor sejak tahun 1998 sudah pernah menyatakan kepada ayahnya tidak akan menerima harta-harta ayahnya itu dan tidak mengganggu harta-harta ayahnya meskipun ayahnya nanti telah meninggal dunia sehingga meskipun ada bukti surat pengaduan Eel Ritonga namun karena ianya bukanlah pihak yang berhak untuk itu, maka PN. Padangsidimpuan dalam putusan sela telah membatalkan dakwaan JPU.”Demikian hal ini diterangkan Ahmad Marwan Rangkuti pengacaranya dari Kantor Hukum Marwan Rangkuti & Rekan di kantornya Jl. Perinits Kemerdekaan No. 16 Padangsidimpuan, Senin (13/4) pada wartawan.

Baca Juga :  Chikungunya resahkan masyarakat Paluta

Dan Pengacara yang biasa dipanggil Marwan itu juga menegaskan selain membatalkan dakwaan JPU, Jaksa pun diperintahkan untuk segera mengeluarkan M.Tohir Ritonga Dkk dari tahanan Lapas Salambue serta untuk merehabilitasi harkat martabat kedua Terdakwa .” Selain dibatalkan dakwaan itu, dalam putusan sela itu juga JPU juga diperintahkan untuk mengeluarkan kedua klien kami dari tahanan dan memulihkan harkat martabatnya .’ tambah Marwan.

“Pasca putusan ini, klien kami telah berencana akan mengambil tindakan hukum atas adanya dugaan pengelapan, pengalihan hak atas harta yang menjadi hak klien kami maupun adanya dugaan pemalsuan surat atas harta-harta yang sekarang dikuasai dan dikelola oleh Eel Ritonga als. M. Abdu Ritonga dkk sesuai proses hukum yang berlaku serta menuntut kerugian material yang telah diderita selama ini, kecuali pihak Eel ritonga bersama saudara lainnya punya itikad baik meminta maaf dan segera menyerahkan harta-harta yang menjadi hak M. Thohir Ritonga bersama adik-adiknya maupun hak ibunya Hj. Syarifah Hasibuan.” .

Dan sebagaimana diberitakan sebelumnya Eel Ritonga yang mengaku sebagi pengelola harta alm. B.P.Ritonga telah mengadukan adik tirinya itu (M.Tohir Ritonga) kepihak Polres Padangsidimpuan dengan tuduhan pencurian dalam Keluarga, dimana akibat tuduhan Eel Ritonga itu, akhirnya membuat adik tirinya itu ditahan hingga perkara itu diputus PN. Padangsidimpuan, namun setelah dipersidangan akhirnya terungkap bahwa Eel Ritonga sesungguhnya bukanlah pihak yang berhak atas pengaduan tersebut, dan perkara ini diduga dilakukan untuk bisa menguasai seluruh harta-harta yang sehrausnya menjadi hak ibu kandung M. Tohir Ritonga maupun hak M.Tohir Ritonga sendiri bersama adik-adiknya karena semasa hidup ayahnya itu ibunya telah diberikan Hibah maupun harta bersama ibu kandung M.Tohir Ritonga.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  2 Desa di PALAS Terancam Jadi ‘Danau Buatan’

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*