Karena Pelanggaran Disiplin dan Etika – Polresta Padangsidimpuan Pecat Lima Anggota

SIDIMPUAN – Lima polisi yang bertugas di Polresta Psp, resmi diberhentikan secara tidak dengan hormat alias dipecat, Kamis (27/11). Kelimanya dipecat akibat terlibat pelanggaran disiplin dan etika.

Upacara pemecatan langsung dipimpin Kapolres Kota Psp AKBP Muhammad Helmi Lubis SIK di halaman upacara Mapolres tanpa dihadiri kelima oknum yang dipecat tersebut. AKBP Muhammad Helmi Lubis SIK mengatakan, pihaknya telah menerima surat keputusan Kapolda Sumatera Utara tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Lima Anggotanya.

“Sesuai dengan surat keputusan Bapak Kapolda Sumut, Ke-Lima Anggota Polri yang berdinas di Polres Kota Padangsidimpuan tidak lagi menjadi bagian dari kami, dan secara sah sudah diberhentikan dengan tidak hormat,” ujar Kapolres.

Lanjutnya, adapun alasan pihaknya melakukan pemecatan terhadap lima oknum yang diketahui bernama Aiptu IN, Bripka MA, Briptu HN, Briptu SF dan Briptu TM. Keseluruhan yang bersangkutan tidak pernah berdinas lebih dari satu bulan, meski sebelumnya sudah diperingatkan dan diberi sanksi. Selain itu ada juga yang terlibat dengan tindak pidana berupa penyalahgunaan narkotika “Pada waktu kepemimpinan sebelumnya juga sudah dilakukan hukuman disiplin dengan pemberian sanksi dan peringatan. Namun, masih tetap tidak berubah, makanya kita surati pihak Polda Sumatera Utara dan akhirnya dikeluarkan surat pemberhentiannya,” jelasnya.

Kapolres menerangkan, kelima anggota polisi tersebut diberhentikan dengan tidak hormat akibat terbukti melanggar pasal 14 Peraturan Pemerintan Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota kepolisian dan undang-undang Tahun 2002 tentang Polri.

Baca Juga :  400 Bidan hadiri Seminar IBI Palas

“Dan pemberhentian ini juga berdasarkan sidang kode etik yang sebelumnya juga sudah dilakukan. Dan untuk itu saya beritahukan atas oknum dengan nama tersebut sudah tidak tercatat lagi sebagai anggota kepolisian republik indonesia,” jelasnya.

Pria pengagum Panglima Besar Jenderal Sudirman ini juga menegaskan, pemberhentian dengan tidak hormat itu adalah sebagi bentuk ketegasan Polri dan peringatan bagi anggota lainnya. Dan juga sebagai pemberitahuan kepada masyarakat umum.

“Ini bentuk ketegasan kita demi terwujudnya Polri yang bersih, transparan, profesional, jujur dan adil dan juga sebagai peringatan bagi anggota yang lainnya untuk dapat bekerja dengan benar sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang dan jangan sesekali melanggar aturan yang sudah ada,” tegasnya

Kepada anggota yang telah dilakukan pemecetan, meskipun tanpa dihadiri yang bersangkutan, Kapolres berpesan, agar setelah kembali ke masyarakat bisa menjadi lebih baik, dan berpeluang melakukan segala kegiatan yang positif.

“Mudah-mudahan setelah kembali ke masyarakat bisa lebih baik dari yang sebelumnya, dan jangan sesekali kembali membuat malu lembaga kepolisian. Begitu juga kepada Personil yang lainnya, yang masih aktif bertugas, tetap jaga dan junjung tinggi sikap sebagai seorang anggota Polri didalam maupun diluar,” pungkas Perwira berpangkat Dua Melati Emas itu. (yza)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Harga Gabah Meroket, Rp3.7.00 per Kg Di Padang Lawas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*