Karena Pungli Supir Resah Melintas Di Prapatan Jalan Baru Padangsidimpuan

Dinas Perhubungan (Dishub) kota padangsidimpuan, telah menutup tempat pembayaran retribusi(TPR) terhadap kendaraan jenis angkutan barang, di tiga titik lokasi, Prapatan Jalan baru daerah hapinis, depan Asrama Tentara Losung Batu, dan Paloopat Pijor Koling.

Walaupun begit masih ada beberapa oknum dari Satlantas Polres Kota Padang Sidimpuan yang memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan Pungli dengan dalih sesuai dengan peraturan daerah (Perda).

Ketua Pospera TAPSEL Sabar M. Sitompul, saat melintas pulang dari Sipirok dan melihat kejadian tersebut membenarkan Hal itu; “Petugas dari satlantas polres kota padangsidimpuan melakukan pungutan restribusi terhadap setiap kendaraan pengangkut barang yang melintas di depan pos-pos Tempat Pemungutan Restribusi (TPR), dengan dalih sesuai Perda No 5 Tahun 2007 tentang Pengendalian Kelebihan Muatan Kendaraan Pengangkut Barang”.

Menurut Bung Sabar, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dengan Surat Keputusan No 47 Tahun 2006 tertanggal 14 Agustus 2006 telah membatalkan Perda. No 21 Tahun 2002 tentang Perubahan Perda No 43 Tahun 2000 tentang Retribusi Izin Penggunaan Jalan lintas sumatera utara terhadap Kendaraan Pengangkut Barang.

Pasalnya, Perda itu bertentangan dengan UU No 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan UU No 34 Tahun 2000, UU No 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan PP No 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan.

Baca Juga :  Permintaan Salak Padangsidimpuan Tetap Tinggi dari Jawa

Sabar Sitompul menambahkan, pasca dibatalkannya Perda tersebut Provinsi sumut memberlakukan perda No.5 tahun 2007 tentang Pengendalian Kelebihan Muatan Kendaraan Pengangkut Barang.

Petugas tetap memungut restribusi kepada semua kendaraan pengangkut barang yang melintas walaupun kendaraan tersebut mengangkut barang tidak melebihi tonase atau Jumlah Berat Ijin (JBI). aksi pungutan yang diduga pungli tersebut terus berjalan dari pagi sampai malam hari, untuk itu kepada dinas terkait kami minta untuk menertibkan oknum -oknum tersebut, karena menurut Rahmat Pardosi(33) warga Langkat  Supir lintas membenarkan; “Ia bang kami sudah sering di pungut uang antara 10.ribu sampai 20.ribu tapi tiket/karcis TPR nya tidak ada”  ujarnya menutup perbincangan ketika di tanya awak Media dan LSM di salah satu rumah makan di daerah Batu Nadua Padangsidimpuan.


PT-email

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*