Karet Rp.10 Ribu per Kg di Paluta

Selasa, 29 Desember 2009 – www. metrosiantar.com

Karet Rp.10 Ribu per Kg di Paluta

PALUTA-METRO; Sejak beberapa hari terakhir harga karet di berbagai kecamatan di Kabupaten Padang Lawas Utara, melambung tinggi, yakni mencapai angka Rp10.000 per kilogram (Kg). Sebelumnya, harga karet bertahan di kisaran harga Rp8.500 hingga Rp9.000 per kg.

Lonjakan harga karet ini membuat para petani lebih semangat. Pasalnya, harga Rp10.000 per kg membuat petani bersemangat untuk memanen karet. “Lumayanlah harga karet saat ini yakni mencapai Rp10.000 ribu per kg. Mudah-mudahan harga ini bertahan, atau malah justru meningkat,” kata salah seorang petani karet, H Sahrul Siregar, kepada METRO Senin( 28/12) di Simpang Hajoran, Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut merupakan angin segar. Beberapa waktu lalu harga karet yang anjlok berimbas pada jumlah pendapatan yang dihasilkannya. Namun, dengan kenaikan harga ini membuat pendapatannya meningkat setiap bulan. Dan bertahan di kisaran Rp8 juta hingga Rp9 juta, padahal saat harga karet anjolk penghasilannya hanya Rp1 juta per bulan.

“Penghasilan yang dulunya sempat anjlok berangsur-angsur normal. Harga karet saat ini sudah sesuai dengan dengan biaya operasional termasuk untuk perawatan, tenaga kerja, dan pemupukan secara berkala,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan, Ramadan Siregar. Pria ini mengaku, saat harga getah karet merosot maka ladang dan sejumlah pekerjanya sempat terlantar. Kini dengan kenaikan harga tersebut, ia sudah dapat mempekerjakan orang lain kembali.

Baca Juga :  Pengadaan mobil Dinas Pemkab Paluta langgar Permendagri

Keduanya berharap, agar harga kedua komiditi andalan Paluta tersebut dapat kembali berangsur naik dan normal seperti tahun-tahun sebelumnya. “Mudah-Mudahan harga terus naik sehingga kesejahteraan para petai karet meningkat dari tahun ke tahun,” pungkas Ramadan Siregar. (thg)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*