Kasus anak Hatta tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan

kasus anak hatta tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan Kasus anak Hatta tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaanPengamat Hukum Pidana Margarito menilai, kasus kecelakaan anak Menteri Perekonomian Hatta Rajasa bukanlah kasus yang bisa dihentikan apabila sudah dimaafkan oleh keluarga korban. Margarito menjelaskan, perkara yang menewaskan dua orang ini bukan delik aduan yang dapat dihentikan proses peradilannya begitu saja.

“Oh tidak menghilangkan pelanggar hukum, ini delik bukan delik aduan, tabrak menabrak , maka itu tabrakan ini tidak bisa menghapuskan proses peradilan,” jelas Margarito saat dihubungi wartawan, Kamis (3/1).

Dia menjelaskan, penghentian penyidikan bisa dilakukan apabila pada kasus tindak pidana aduan. Sementara, kata dia, kasus Rasyid Amrullah Rajasa bukan delik aduan sehingga tidak bisa dihentikan.

“Lain lagi kalau tidak cukup bukti,” imbuhnya.

Dia pun menduga dalam kasus ini, Rasyid dapat dihukum minimal 5 tahun penjara. “Kalau merujuk pasal 359 dan 360 tidak kurang dari 5 tahun,” duga dia.

Sementara itu, dia juga mempertanyakan perihal pernyataan dokter yang merawat Rasyid, bahwa putra bungsu Hatta itu mengalami gangguan psikis adalah suatu hal yang sangat tidak masuk akal.

“Orang gangguan psikis kok bawa mobil, jadi orang gangguan psikis mau bertanggung jawab?” tanya dia heran.

Oleh karena itu, dia menduga ada kejanggalan dan keterangan dokter itu harus dipertanyakan. “Kalau orang gila memang tidak bisa dipidanakan, saya kira keterangan dokter patut dipertanyakan,” tandasnya.

Sumber: Merdeka.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Riset MarkPlus Insight & Marketeers - Anak Muda Bandung Paling Sering Upload Foto di Facebook

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*