Kasus Asusila Oknum Anggota DPRD Madina – Kapolda Enggan Beri Penjelasan

Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno enggan berkomentar saat dimintai keterangan, terkait kasus dugaan perkosaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Madina, DSN terhadap Tari, bukan nama sebenarnya, warga Desa Sihepeng.

“Saya belum bisa memberikan keterangan tentang kasus ini takut nanti salah. Sebab saya belum mengetahui persis kasusnya. Lebih bagus langsung saja tanyakan masalahnya kepada Kapolresta Medan yang menangani kasusnya,” ujar Oegroseno, Rabu (9/2)

Dituturkannya, untuk mendapat penjelasan yang lengkap, seharusnya wartawan minta keterangan dari Kapolresta Medan. “Beliau pasti sudah mengetahui lebih jelas kasusnya,” pungkasnya.

Pemberitaan sebelumnya, September 2010 lalu, kasus dugaan perkosaan itu sudah dilaporkan ke Polresta Medan. Keterangan saksi korban, Senin (8/2) menyebutkan, kejadian itu bermula pada tanggal 17 November 2009 lalu. Tari yang bekerja sebagai pegawai honorer di Kantor Kasubbag Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara ini diajak atasannya Zainal Siregar ke Medan dengan alasan ada pekerjaan mendadak yang tak bisa ditinggalkan.

Setelah mendapat restu dari orang tuannya, Tari dan Zainal Siregar berangkat ke Medan.

Dalam perjalanan, tepatnya di perbatasan Sihepeng dengan Aek Badak, Tari dipindahkan ke mobil dinas oknum anggota DPRD Madina. Meski sempat bertanya, Tari tak bisa menolak dan terpaksa masuk ke mobil Toyota Kijang Innova milik DSN.

Saat di dalam mobil, korban hanya ditemani Ridwan (Kepala Desa Sihepeng), Hasan Basri (sopir), dan DSN. Karena terlalu kelelahan Bunga pun akhirnya tertidur pulas.

Baca Juga :  Lima Jaksa Kejari Padang Sidempuan Dilaporkan

Kecurigaan tersebut semakin jelas setelah mobil yang ditumpanginya sampai di sebuah hotel yang tidak disebutkan namanya di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan.

Korban yang sudah kelelahan dipaksa memesan kamar hotel berdua dengan DSN. Namun karena tidak berani membantah, korban pun mengiyakan ajakan orang yang baru dikenalnya itu. Pada saat itulah korban diperkosa setelah sebelumnya dicekoki obat bius yang dicampur kedalam minumannya.

“Yang saya rasakan waktu itu hanya pening, saya tidak ingat apa-apa lagi, namun saya juga merasakan sakit dan keluar darah di daerah kemaluan saya,” ujar korban. (hariand-global.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*