Kasus Bibit-Chandra – Jangan Sampai Kasus Berulang, Bambang Dukung KPK Usut Rekayasa

Akhirnya Kejaksaan Agung (Kejagung) memutuskan deponeering untuk Bibit-Chandra. Langkah Kejagung patut dipuji. Namun hendaknya pula, KPK tidak berpuas diri. KPK tetap harus menyelidiki perekayasa kasus Bibit-Chandra.

“Ya selama itu untuk kebaikan sistem, sebenarnya bisa bermanfaat. Jangan sampai ada
kasus rekayasa lagi,” kata calon pimpinan KPK, Bambang Widjojanto dalam acara diskusi KAHMI di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).

Namun, Bambang mengingatkan, pengusutan yang dilakukan KPK harus benar-benar profesional. Jangan sampai timbul ekses atau pergesekan antar lembaga penegak hukum.

“Tapi yang jelas jangan lantas kemudian timbul kesan balas dendam,” tambahnya.

Siapa saja yang nanti mesti diperiksa, apakah termasuk mantan Kapori Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri (BHD) dan mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji, Bambang enggan memberi komentar.

“Kalau saya sih melihatnya, berhitung saja dulu. Selama itu dianggap penting ya silakan,” tutupnya.

Pada Jumat (29/10) sore, Kejagung mengumumkan bahwa kasus Bibit-Chandra dideponeering. Namun Kejagung juga akan mengkonsultasikan keputusan ini kepada lembaga eksekutif dan legislatif. Meski demikian, keputusan Kejagung sudah bulat, tidak bisa diganggu gugat. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*