Kasus Dugaan Korupsi DAK Padangsidimpuan – Kadisdik Ditahan, Pemko Belum Bersikap

malu korupsi Kasus Dugaan Korupsi DAK Padangsidimpuan Kadisdik Ditahan, Pemko Belum Bersikap SIDIMPUAN; Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Padangsidimpuan (Psp), Drs Panongonan Muda Hasibuan dan Kabid Perencanaan Pendidikan, Maskur Hasibuan, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan tim penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejatisu, Jumat (14/5) sore.

Namun meski telah ditahan terkait kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK), Pemko belum mengambil sikap dan masih mempelajari status keduanya. Demikian dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humasy) Pemko Psp, Bestari Lubis kepada METRO, Minggu (16/5) melalui telepon selulernya.

Diutarakan Bestari, Wali Kota Psp Drs Zulkarnaen Nasution sudah mengetahui dua petinggi di Disdik Psp saat ini sedang dalam proses penahanan di Kejatisu. Namun, belum diketahui pasti status kedua pejabat tersebut.

“Bapak Wali Kota sudah tahu, kebetulan sedang ada tugas di Medan. Tapi belum tahu bagaimana pastinya status keduanya. Makanya rencananya, Senin (17/5) akan dirapatkan tentang apa tindakan yang akan dilakukan oleh Pemko Psp terkait keduanya,” terang Bestari yang mengaku sedang di Medan.

Ditambahkan Bestari, jika nantinya sudah diketahui pasti status keduanya apakah sudah menjadi tersangka atau lainnya, maka tidak tertutup kemungkinan akan diangkat atau ditunjuk orang untuk mengisi posisi keduanya yang kosong, agar dunia pendidikan Psp tetap berjalan seperti biasanya.

Ketika ditanya langkah dan upaya hukum apa yang dilakukan Pemko Psp untuk mendampingi dua pejabat Disdik Psp yang tersangkut kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan rehab sekolah yang bersumber dari DAK tahun 2009 dengan total sebesar Rp14 miliar untuk 73 sekolah ini, Bestari menjawab bahwa itu juga yang nantinya akan dibicarakan dengan Wali Kota Psp dan lainnya.

“Mungkin nanti Pemko Psp akan memberikan pendamping hukum bagi keduanya. Itu adalah salah satu nanti yang akan dibicarakan dan kepastiannya baru bisa kita sampaikan Senin (17/5) ini, karena saat ini kami masih di Medan. Kita belum bisa memberikan keterangan terlalu jauh karena belum ada kepastian kabar keduanya. Ini juga untuk menghindari kabar yang simpang siur di tengah-tengah masyarakat. Yang pasti kita rencanakan, Senin ini akan memberikan keterangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Empat Rumah Terbakar di Sidimpuan kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta

Sementara itu Ketua Fraksi Demokrat DPRD Psp, H Khoiruddin Nasution kepada METRO, Sabtu (15/5), mendukung sepenuhnya proses hukum yang dilaksanakan. Hanya saja dikatakannya, seharusnya bukan hanya kasus mengenai DAK saja yang diusut namun semua kasus dugaan korupsi yang terjadi di Pemko Psp juga harus diusut tuntas. “Kita berharap tidak sampai di situ saja,” ucapnya.

Ketua Yayasan Kompak, Timbul Simanungkalit kepada METRO, Minggu (16/5), memberikan apresiasi tinggi kepada pihak hukum yang sudah memproses kasus ini, walaupun dikatakannya sangat disayangkan sekali yang menangani kasus ini adalah Kejatisu bukan Kejari Psp. Sebab, dikatakannya, lokasi perkaranya berada di bawah area Kejari Psp. “Kita sangat dukung meskipun sangat disayangkan, yang menangani kasus ini bukan Kejari Psp tetapi Kejatisu,” sesalnya.

Bahkan dirinya meminta kepada aparat penegak hukum agar lebih meningkatkan lagi kasus ini agar seluruh yang terlibat di dalamnya ikut diberikan sanksi yang setegas-tegasnya. “Jangan hanya pionnya saja, karena kami menduga kalau kasus ini melibatkan banyak orang bahkan petinggi-petinggi di Pemko Psp,” tegasnya.

Dugaan Korupsi Rp2,1 M

Sebelumnya, Kadisdik Psp, Drs Panongonan Muda Hasibuan, ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan tim penyidik tindak Pidsus Kejatisu. “Setelah menjalani pemeriksaan yang intensif, penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menahan tersangka,” ujar Kasi Penerangan dan Hukum Kejatisu, Edi Irsan Kurniawan Tarigan SH kepada POSMETRO MEDAN (grup METRO), Jumat (14/5) sore.

Selain Panongonan, lanjut Edi, tim penyidik juga memberlakukan hal sama kepada Kabid Perencanaan Pendidikan Pemko Psp, Maskur Hasibuan.

Dijelaskan Edi, kedua pejabat Disdik Pemko Psp tersebut ditahan atas dugaan korupsi aliran DAK APBN TA 2009 sebesar Rp14 miliar.

Di mana, lanjut Edi, keterlibatan kedua pejabat tersebut setelah tim penyidik Pidsus menemukan adanya pemotongan 26 sampai 30 persen atas aliran dana yang diperuntukkan dalam kegiatan rehab 73 sekolah dasar dan swasta di Psp.

Baca Juga :  Masyarakat Padang Lawas Utara Punya Aspirasi dan Kritik...?, Sampaikan ke DPRD!

“Atas adanya pemotongan tersebut, penyidik menemukan adanya penyimpangan anggaran yang mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp2,1 miliar,” bebernya.

Diungkapkannya lagi, dugaan korupsi tersebut setelah tim penyidik menemukan adanya pemotongan pada dua jenis kegiatan dalam perbaikan gedung dan mobiler sekolah.

Sesuai keterangan saksi-saksi, aliran DAK itu diterima masing-masing kepala sekolah secara bervariasi mulai dari Rp149 juta hingga Rp450 juta yang penggunaannya dilakukan secara swakelola.

“Atas dugaan korupsi ini, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya. Sampai saat ini, tim penyidik masih melakukan penyidikan secara intensif. Kedua tersangka dikenakan pasal 2,3 dan 12 UU no.31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

Tapi, sambung Asisten Pidana Khusus Kejatisu, Erbindo Saragih SH, pihaknya sempat mendapati kesulitan dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan. Pasalnya, pejabat Disdik Psp mengumpulkan para kepala tukang rehab sekolah untuk memberikan keterangan sama dan berupaya mengaburkan penyidikan.

Pantauan POSMETRO MEDAN, Jumat sekira pukul 16.30 WIB, usai menjalani pemeriksaan di ruang tindak pidana khusus Kejatisu, Panongonan dan Maskur diboyong ke Rutan Tanjung Gusta untuk menjalani penahanan. Keduanya bungkam saat ditanyai wartawan.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Kadisdik_Ditahan_Pemko_Padangsidimpuan_Belum_Bersikap

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*