Kasus Gayus, Mabes Polri Tidak Kecolongan Tapi Tertampar

Pipi ratusan polisi merah. Penyebabnya adalah ulah terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan yang sering keluar tahanan setelah menyuap petugas Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat.

“Buka kecolongan. Kalau kecolongan kan biasa-biasa saja. Tapi ini ketampar. Ini membuat polisi yang jumlahnya ratusan merah pipinya karena tertampar,” kata Kabiro Penerangan Masyarakat Mabes Polri I Ketut Untung Yoga Ana di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Menurut dia, aturan yang ada sudah cukup ketat. Hanya saja terjadi human error sehingga terjadilah kasus yang mencoreng wajah Korps Bhayangkara ini.

“Aturan yang ada sebenarnya sudah cukup ketat tapi karena ini human error jadi bukan aturannya yang salah,” sambung Untung Yoga.

Dia tidak setuju jika ada pandangan semua polisi berkelakuan sama alias bisa disuap. Sebab yang tidak ikut aturan hanya segelintir orang.

“Ini oknum-oknum, jadi saya tidak setuju jika dikatakan banyak polisi yang melakukannya. Kan ada 9 yang ditahan, artinya dari kasus ini memang ada soal pengawasan berlapis yang harus ditingkatkan,” ucap Untung Yoga.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan mengatakan, setiap minggu Gayus dapat bebas keluar dari rutan. Menurut Iskandar, Gayus mempengaruhi petugas sehingga bisa melenggang keluar setiap minggu.

Menurut Mabes Polri, Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Brimob Kelapa Dua, Kompol Iwan Siswanto mendapat uang dari Gayus dengan kisaran Rp 50-60 juta. Jika Iwan menerima Rp 50-60 juta, lanjut Iskandar, anggota lainnya menerima bervariasi. Jumlahnya tentu lebih kecil dari Karutan Brimob yaitu Rp 5-6 juta.

Baca Juga :  Calon Pramugari Garuda Disuruh Bugil?

Menurut Iskandar, Iwan bersama 8 tersangka lainnya pada 8 November telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan serta dibebastugaskan dari jabatan yang sekarang. Kesembilan orang itu terkena pasal 5 ayat 2 pasal 11, pasal 12, UU Tipikor.

Pada Rabu 10 November, Kabareskrim Komjen Ito Sumardi menyatakan, Gayus sudah tidak ada di tahanan sejak Rabu 3 November 2010. Ito baru mengetahui hal itu hari Minggu 7 November. Ito yang marah besar, memerintahkan anak buahnya menembak Gayus jika eks pegawai Pajak itu tak segera balik ke selnya.

Para polisi kelabakan dan mencari-cari Gayus. Ayah tiga anak itu berhasil dijemput di rumah mewahnya berharga miliaran rupiah di Kelapa Gading pada Minggu malam. Kasus ini makin heboh setelah muncul foto pria mirip Gayus dan mirip istrinya sedang menonton tenis di Nusa Dua Bali pada Jumat 5 November pukul 21.00 WIB. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*