Kasus Korupsi Rp 8,4 M, Kejaksaan Tahan Dua Pejabat Pemko Padang Sidempuan

Kamis, 23 Oktober 2008

Medan – Dua pejabat Pemko Padangsidempuan, Kholid Daulay selaku Pemegang Kas dan Pane Hasibuan selaku Bendahara Umum ditahan Kejari Padangsidempuan di Rutan P Sidempuan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana kegiatan daerah Pemko Padangsidempuan TA 2004 senilai Rp 8,4 miliar. Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan K Tarigan SH MHum menginformasikan hal itu kepada wartawan via HP, Rabu (22/10) malam. Dia menjelaskan, penahanan kedua tersangka sebenarnya dilakukan Kejari terhitung sejak 20 Oktober 2008, tapi Kajari Padangsidempuan baru menginformasikan ke Kejatisu tgl 22 Oktober 2008.

Disebutkan, dari hasil pemeriksaan tim jaksa pemeriksa untuk sementara ditemukan adanya dugaan korupsi dana Pemko Padangsidempuan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sekitar Rp 8,4 miliar. Dan sampai saat ini dipastikan baru dua dijadikan tersangka, tapi bisa bertambah jumlah tersangka tergantung perkembangannya di lapangan. Kedua tersangka dituduhkan melanggar pasal 2 dan pasal 3 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi. Edi Irsan tidak menjelaskan, apakah kasus itu terungkap atas temuan Kejaksaan sendiri atau atas laporan masyarakat.

Bantah Karena Lemahnya Pengawasan

Sementara itu, menyinggung soal adanya pandangan praktisi hukum yang menyatakan, munculnya kasus vonis palsu disusul kemudian tertangkapnya oknum Jaksa EP SH yang bertugas di Kejatisu adalah karena lemahnya pengawasan dari pimpinan Kejaksaan di Sumut, Edi Irsan menyangkalnya dengan tegas. “Itu tidak betul, tidak mungkin setiap tingkah pribadi jaksa itu diawasi selama 24 jam,” ujar Edi Irsan.

Baca Juga :  Kapolres P. Sidimpuan: Kearifan Lokal Solusi Tingkatkan Kualitas Kepatuhan Hukum Masyarakat

Tudingan lemahnya pengawasan itu sebelumnya dikemukakan Presiden LSM Perjuangan Hukum dan Politik (PHP) HMK Aldian Pinem SH MH kepada wartawan baru baru ini, menanggapi terungkapnya kasus pemalsuan vonis yang kini ditangani Poltabes MS dengan menahan tiga honorer di Kejari Medan serta seorang pegawai tata usaha. Saat kasus pemalsuan vonis masih hangat diberitakan pers, muncul lagi penangkapan Jaksa dalam kasus dugaan pemerasan. (M-2/u)

Sumber: Sinar Indonesia Baru 23 Oktober 2008

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*