Kasus Pilkada MADINA – Pertama Kalinya, MK Kabulkan Seluruh Permohonan Perselisihan Pemilu Kada

Tak seperti biasanya, kali ini majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk mengabulkan seluruh permohonan pemohon dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilu Umum (PHPU). Indra Porkas dan Firdaus Nasution mengajukan permohonan PHPU kepada MK terkait dugaan adanya praktik politik uang di Kabupaten Mandailing Natal.

Majelis hakim MK menyebutkan bahwa mereka tak hanya memutus perselisihan hasil pemilu kada, melainkan juga memeriksa dan mengadili proses pemilu kada yang memengaruhi hasil penghitungan suara. Praktik politik uang di kabupaten ini dilakukan dengan menggunakan voucer yang disebarkan oleh tim relawan dari pasangan calon nomor urut 6, atau pihak terkait.

Untuk menguatkan permohonannya, pemohon juga menyertakan bukti berupa daftar nama 122 ribu orang yang mendapatkan suap dari pihak terkait. “Kami berikan daftar nama sekaligus besaran uang yang diterima oleh 122 ribu orang itu. Jumlah tersebut adalah 67% dari total pemilih di Mandailing Natal,” ucap AH Kamal, kuasa hukum dari pemohon usai mendengar putusan MK.

Keberadaan tim relawan yang tidak lazim dan tim kampaye pasangan calon terpilih tidak sah juga tidak dibantah oleh termohon maupun pihak terkait. “Oleh karena itu, menurut Mahkamah, dalil tersebut beralasan dan sangat berkait dengan praktik politik uang,” ucap Mahfud MD selaku ketua sidang, kemarin.

Mahkamah menganggap telah terjadi pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif di hampir seluruh kecamatan di kabupaten tersebut. Karenanya, keputusan KPU tentang rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pun dibatalkan.

Baca Juga :  Jalan di Sadabuan dan Siborang rusak parah

“Memerintahkan kepada KPU Kabupaten Mandailing Natal untuk melakukan pemungutan suara ulang di seluruh wilayah kabupaten tersebut,” kata Mahfud.

PHPU Mandailing Natal adalah kasus pertama yang dikabulkan oleh Mahkamah yang mendasarkan permohonannya pada praktik politik uang. Tiga PHPU lainnya, masing-masing di Kabupaten Organ Ilir, Kabupaten Manggarai, dan Kota Magelang semuanya ditolak oleh MK.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/06/153935/16/1/Pertama-Kalinya-MK-Kabulkan-Seluruh-Permohonan-Perselisihan-Pemilu-Kada

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

7 Komentar

  1. Jilatlah pantat si kaya itu, biar di bayarinya kalian sa ompung, HB udah pasti diskualifikasi tinggal tunggu waktu, karena penegakkan hukum harga mati, jika keberatan lawan saja aparat negara biar mati konyol, tapi mati demi meneggakkan hukum lebih bermartabat,

  2. saat nya yang muda memimpin… yang udah peod pada banyakin dzikir aja… jangan tambahin dosa2 kalian…. hidup HB (pilihan masy)… klo menurut saya paling juga semua kandidat main duit cuma HB lebih gede aj,, yang lain cemburu alias iri dah…. kasiannya… makannya nyarii uang yang banyak dulu baru nyalon…. biar gg bawel baba ompung mu itu.. apalagi orang2 penjilat tuh…. jilat aj nih upil gua gede….

  3. patuhi keputusan mk, jgn mau buat peraturan oppungmu,hanya karena no 6 ikut kembali..pilkada ulang yess..pilkada berulang2 juga yess..hidup no 6,hidup madina!! sikat bersih para koruptor dari bumi madina,hanya para penjilat dan koruptorlah yg tdk ingin no 6 menjabat di madina.

  4. mau nuntut pilkada ulang,padahal dana minus,yg byk hanya korupsinya.mikir dong dikit,kalau dana tersebut digunakan untuk membangun jalan kedaerah2 pelosok,mgkn tdk ada lg daerah madina yg dianak kandung dan tirikan..pilkada ulang yes..pilkada berkali2 juga yes..hidup madina!!!

  5. 3 bulan kampanye no 6 dimadina, perkembangan pembangunan di madina sungguh signifikan ketimbang perkembangan pembangunan di madina yg sudah berjalan 10 tahun,hanya org penjilatlah yg menutup kenyataan ini..hidup no 6!!! Hancurkan pejabat korup!! sikat abs mereka dari bumi madina,mrk tdk layak hidup di madina..

  6. Sejak awal saya gerah dengan permainan money politik di Madina_ namun khusus No.6 ini sungguh keterlaluan, sampe2 orang yg sudah dikubur pun terdata untuk dapat voucher, Kalau masih ikut No. 6 gua golput dululah. krn hasilnya sama saja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*