Kasus PS Sidimpuan Segera Dilimpahkan

Aliansi Rakyat Menggugat atau ARM mendemo Kejari Padangsidimpuan Psp, Selasa (5/4). Mereka mendesak Kajari Psp segera melimpahkan kasus dugaan korupsi dana Persatuan Sepakbola (PS) Sidimpuan Pengadilan Negeri.

Massa ARM yang berjumlah sekitar 20 orang mendatangi Kejari Psp sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka diterima Kasi Intel Polim Siregar SH. Koordinator aksi Hendrawan Hasibuan dan koordinator lapangan, Pebriano Dasopang dalam pernyataan sikapnya, memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap Kejari Psp dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Tabagsel, khususnya kasus korupsi Psp Sidimpuan.
Namun mereka meminta Kejari Psp segera melimpahkan kasus korupsi PS Sidimpuan ke PN Psp meminta Kejari Psp agar dalam persidangan nantinya menuntut hukuman yang setinggi-tingginya terhadap tersangka PS Sidimpuan dan tuntutan lainnya.
“Setiap kali masa persidangan nantinya, kami tetap melakukan aksi damai untuk menekan pihak terkait menjatuhkan hukuman yang setinggi-tingginya terhadap tersangka kasus PS Sidimpuan,” tegasnya.
Selain itu massa juga meminta Kejari Psp untuk mengungkap dugaan korupsi di Dinas Pertamanan, Kebersihan dan Pencegahan Pemadam Kebakaran Kota Psp tahun 2007 dan Dinas Pendidikan tahun 2008. Kasi Intel, Polim Siregar yang menerima massa di halaman kantor Kejari Psp mengucapkan terima kasih atas dukungan moril yang diberikan ARM. Pihaknya meminta ARM agar bersabar. Sebab, desakan massa akan akan disampaikan kepada Kejari Psp. Usai mendengarkan jawaban Kasi Intel, Polim Siregar SH massa ARM kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Usai menerima demo, Polim Siregar SH, kepada sejumlah wartawan, menegaskan bahwa tidak lama lagi kasus ini akan segera dilimpahkan karena saat ini pihaknya sedang menyusun dakwaan. Polim menambahkan, pihaknya sudah menerima hasil audit soal kerugian negara dalam kasus PS Sidimpuan ini dari BPKP beberapa hari lalu. Namun karena hasil audit itu masih rahasia, maka pihaknya tidak bisa menyebutkan hasil audit. “Hasil audit itu menjadi salah satu dasar dalam penyusunan dakwaan kasus PS Sidimpuan,” sebutnya.
Ketika ditanyakan sudah berapa lama kedua tersangka PS Sidimpuan ditahan, Polim menjelaskan kedua tersangka sudah sekitar 40 hari menjalani tahanan di LP Salambue. Penahanan pertama selama 20 hari kemudian penahanan kedua selama 40 hari dan masa penahanan kedua ini akan berakhir pada tanggal 16 April mendatang. “Kalau berkas dakwaan kita belum selesai dan kasusnya belum kita limpahkan, maka masa penahanannya bisa kita perpanjang lagi untuk yang ketiga kalinya selama 20 hari lagi,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan beberapa waktu lalu Kejari Psp sudah menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi PS Sidimpuan yakni wakil manajer HAN dan mantan Kadispora, MSP yang diduga merugikan negara sekitar Rp 3,2 milliar pada Tahun Anggaran (TA) 2008 dan 2009. (phn)- (metrosiantar.com)

Baca Juga :  Syukuran Adat Pembangunan PLTA
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*