Kasus Tapsel, Rahudman akan diperiksa

MEDAN – Kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintahan Desa (TPAPD) 2005 Kabupaten Tapanuli Selatan yang menyeret mantan bendahara Sekda Tapsel, Amrin Tambunan, sebagai tersangka dan kini ditahan, mulai digelar.

Proses hukum kasus ini sempat terhenti tanpa kejelasan dari Polda Sumut. Namun beberapa waktu lalu, pihak kepolisian mulai meneruskan kembali proses kasus ini. Satuan III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dit Reskrim Poldasu, hari ini, melakuakn gelar perkara

Kapolda Sumut, Irjen Oegroseno, kepada Waspada Online, membenarkan kasus ini sudah diproses kembali. Dan saati ini masih dalam penyidikan pihaknya.

Dalam gelar korupsi kasus ini, penyidik dan pihak tersangka menjabarkan sekaligus mendalami apa yang yang terjadi. “Kalau nanti hasil gelar perkara menyebutkan bahwa diperlukan keterangan Rahudman Harahap tentuunya yang bersangkutan akan dipanggil,” ungkap Oegroseno.

Direskerim Polda Sumut, Kombes Agus Andrianto, juga menyebutkan bahwa dari hasil penyidikan Rahudman, semestinya memang harus dipanggil. “Tapi saat ini masih dalam suasana pilkada,” katanya.

“Jadi kalau memang nanti ada petunjuk dari Sat III Tipikor bahwa kasus ini harus memanggil dan memeriksa Rahudman, maka yang bersangkutan akan dipanggil,” ungkap Agus.

Sebelumnya, kepada Waspada Online, Oegroseno menegaskan bahwa pihaknya tidak pandang bulu siapa yang terlibat dalam kasus manapun. Dia juga memastikan bahwa Rahudman akan diperiksa, namun menunggu pelaksanaan Pilkada Medan 2010 usai.

Baca Juga :  Kadinsos Padangsidimpuan Keluhkan Anggaran Gepeng Nihil

“Kasus yang melibatkan Rahudman ini terus kita proses. Siapapun dia, kalau melakukan tindak pidana akan kita proses. Tapi sekarang karena menjelang pilkada, pihak Polda Sumut tidak mau ada unsur politis,” kata Oegroseno.

Yang jelas, siapa pun yang terlibat, Polda Sumut tidak pandang bulu dan akan tetap diproses, menurut Kapoldasu. “Dengan bukti yang cukup, pasti kita tahan. Pokoknya polisi netral lah. Kita tunggu saja selesai pemilu nanti. Percayakan saja sama penyidik untuk menyelesaikan kasus ini,” tegas jenderal bintang dua itu.

Menurut Irjen Oegroseno, dugaan keterlibatan Rahudman dalam kasus ini memang ada. Namun sampai saat ini belum ada bukti kuat sehingga belum bisa menjadikan mantan pejabat walikota Medan itu jadi tersangka.

Dugaan Rahudman terlibat karena telah memerintahkan pemegang kas Sekda Tapsel, Amrin Tambunan, untuk memberi uang kepadanya, Tapi pemberian itu tidak ada bukti, misalnya seperti rekening koran. Hanya sebatas pengakuan lisan saja,” katanya Oegroseno lagi.

Juga sebelumnya, Kasat III Tipikor Polda Sumut, AKBP Endri Prastiono yang didampingi pelaksana harian humas, AKBP MP Nainggolan, mengatakan akan terus mencari bukti-bukti untuk memperjelas keterlibatan Rahudman. Bukti-bukti itu akan dievaluasi bersama Kapoldasu dan Direskrim. “Kita gelar dulu kasusnya. Baru setelah itu kita akan panggil (Rahudman),” ungkap Endri.

Endri juga sebelumnya, Senin (26/4) lalu, mengaku bahwa Rahudman Harahap adalah ‘target’ sebagai tersangka yang merupakan aktor intelektual dalam kasus ini. “Keterlibatan Rahudman dalam kasus ini sangat besar, karena saat itu menjabat sebagai atasan langsung Amrin Tambunan. Menurut pengakuan Amrin, korupsi itu tidak dilakukan sendiri,” jelas Endri.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Pengoperasian Pembangkit Listrik - 85 PLTS Untuk Daerah Terpencil

Amrin Tambunan ditangkap di Dusun I, Desa Lumpatan, Kecamatan Sikayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel Kamis (15/4) lalu, setelah diburon selama lima tahun.  Amrin melanggar Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana.

Saat itu, Rahudman menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Tapsel.

Kasus ini merugikan negara senilai lebih dari Rp1,5 miliar.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=114527:kasus-tapsel-rahudman-akan-diperiksa&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*