Kasus Walikota Medan, Kejati Sumut ‘Memble’

MEDAN – Kasus-kasus yang melibatkan nama Rahudman Harahap sampai saat ini tidak ada kejelasan. Mantan Sekretaris Pemkab Tapanuli Selatan yang sekarang Walikota Medan itu, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) sebesar Rp1,5 miliar.

Namun Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) sampai saat ini tidak memberikan sikap yang pasti dan jelas. Kepala Kejati Sumut, Noor Rachmad belum mau memberikan respons yang tegas. Ditanya soal upaya mantan Kajati Sumut Basuni Masyarif sengaja mengajukan SP3 dalam kasus ini, Noor Rachmad juga enggan menjawab Waspada Online.

Informasi lain menyebutkan bahwa SP3 tersebut telah dikabulkan oleh Kejaksaan Agung atau Kejagung. Kasi Penerangan Hukum/ Humas Kejati Sumut Marcos Simare-mare, menjawab, sampai saat ini pihaknya belum tau adanya kabar kalau Kejagung telah mengabulkan SP3 kasus Rahudman tersebut. “Saya belum tahu kabar itu, coba nanti saya tanya ke Pidsus,” ujar Marcos.

Sebelumnya, pelaksana harian (Plh) Humas Kejati Siumut, Ronald Bakara kepada Waspada Online menyebutkan, tidak ada SP3 terkait kasus tersebut( TPAPD, red) dan Kejati Sumut, terang Ronald, akan segera melanjutkan kasus tersebut. “Kalau soal kasus tersebut Tidak ada SP3,” ujasr Ronald Bakara saat menggantikan tugas Marcos Simare-mare saat sedang pendidikan di Jakarta.

Sementara itu menanggapi hal ini, Direktur Esekutif Lembaga Indevenden Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari Sinik, menyebutkan kalau Kejati Sumut memble dalam menangani kasus Rahudman. Menurut Azhari, kalau memang benar bahwa ada perintah Kejagung untuk meninjau ulang kasus Rahudman tersebut maka harus ada transparansi dari Kepala Kejati Sumut. “Jangan ditutup-tutupi kasus itu, kalau memang harus ditinjau ulang lagi, maka Kejati harus bekerja lebih keras lagi agar kasus tersebut dapat terungkap dan bisa dibawa ke meja persidangan,” ujar Azhari.

Baca Juga :  Beda Suasana, Kedatangan Jokowi Dibanding SBY di Kabanjahe

Ungkapan senada juga keluar dari mulut mantan Kajati Sumut, Chairuman Harahap yang menyebutkan kalau Kejati Sumut bisa mengungkap kasus yang melibatkan Rahudman Harahap sebagai tersangka dengan alat bukti yang kuat, maka kasus tersebut segerakan untuk dibawa ke meja persidangan. ”Tetapi kalau sebaliknya ya SP3-kan saja,” ujar Chairuman.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*