Kawasan Industri Sei Mangke Akan Jadi Pioner Kebangkitan Industri Hulu CPO Nasional

Kawasan industri Sei Mangke di Sumut bersama-sama dengan kawasan industri Dumai di Riau dan kawasan industri Maloy di Kaltim akan diarahkan menjadi kawasan industri yang setara, khusus mengelola industri yang bergerak di bidang pengelolaan produk turunan kelapa sawit. Malah kawasan industri Sei Mangke diharapkan nantinya akan menjadi pioner bagi kebangkitan industri hulu CPO nasional.

Hal itu dikatakan Meneg BUMN Dr.Ir Mustafa Abubakar saat meresmikan pembangunan kawasan industri Sei Mangke, Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, Sabtu (12/6).

Dikatakan, komoditas unggulan perkebunan nasional yang mampu bersaing di dunia internasional, komoditas kelapa sawit yang menorehkan prestasi di dunia internasional yang patut dibanggakan.

Sejak tahun 2007 Indonesia mampu menjadi produsen terbesar CPO di dunia dengan produksi mencapai 19 juta ton per tahun, 78 persen dari jumlah itu diekspor.

Hal ini membuat Indonesia sebagai eksportir terbesar CPO dunia dengan volume ekspor 44 persen dari total seluruh kebutuhan CPO dunia. Namun Indonesia masih memiliki kelemahan dalam daya saing di pasar internasional yang terletak pada nilai tambah yang dihasilkan.

Hal ini disebabkan, komoditas kelapa sawit yang diekspor masih dalam bentuk minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Ini menunjukkan hanya 40 persen komoditas kelapa sawit Indonesia yang diekspor dalam bentuk produk turunan.

Menurut Meneg BUMN, kenyataan ini berbanding terbalik dengan Malaysia sebagai eksportir nomor dua CPO dunia, lebih dari 80 persen hasil komoditas kelapa sawitnya telah diekspor dalam bentuk produk turunan seperti minyak goreng, mentega dan lainnya

Baca Juga :  Dikenal Idealis, Profesor Rudi Kini Terpeleset “Licinnya” Minyak

Nilai Ekonomis

Bila dilihat dari nilai ekonomis yang dihasilkan dari nilai ekspor produk turunan kelapa sawit jauh lebih besar dari nilai ekspor CPO serta fluktuasi harga produk turunan kelapa sawit yang lebih rendah jika dibandingkan dengan harga CPO.

Karena itu, nilai industri produksi turunan kelapa sawit jelas sangat penting dan memiliki strategis dalam meningkatkan komoditas unggulan yang dihasilkan industri perkebunan.

Dirut PTNP III Ir Amri Siregar menyatakan, latar belakang dan tujuan pembangunan kawasan industri Sei Mangke karena harga komoditas primer khusunya CPO cenderung berfluktuasi, hingga perusahaan perlu mengembangkan usahanya ke industri hilir sebab harga produk turunan CPO relatif stabil dan bernilai tinggi.

Tahap awal pembangunan kawasan indusri di atas lahan seluas 46 hektar, saat ini sedang dibangun infrastruktur jalan beton selebar 10 meter dengan kualitas jalan kawasan industri, peningkatan kapasitas pabrik kelapa sawit (PKS) dari 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam menjadi 75 ton per jam,membangun gedung kantor kawasan industri dan pembangkit listrik tenaga biomasa sawit atau PLTBS berkapasitas 2 x 3,5 MW serta pengolahan air bersih saluran induk yang bermuara di sungai besar.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=58292:kawasan-industri-sei-mangke-akan-jadi-pioner-kebangkitan-industri-hulu-cpo-nasional&catid=51:umum

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  KPK Usut Kepemilikan 26 Mobil Mewah Anak Atut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*