Kawasan Pasar Sangkumpal Bonang Semrawut

20160818090918 974 Kawasan Pasar Sangkumpal Bonang Semrawut

Trotoar Trotoar yang dijadikan lapak parkir di Jalan Patrice Lumumba tepatnya di depan Bank BNI 46 Padangsidimpuan, sehingga pejalan kaki harus menyingkir dan berjalan di ruas jalan di antara kendaraan bermotor lainnya. (medanbisnis/ikhwan nasution)

MedanBisnis – P Sidimpan. Pengaturan tata letak parkir kendaraan di seputar Jalan Patrice Lumumba I dan II, Jalan Thamrin serta di sekitar kawasan Pasar Sangkumpal Bonang hingga Pajak Batu Padangsidimpuan terkesan semrawut. Parahnya lagi, para pedagang kai lima juga turut memberikan andil berjualan hingga ke badan jalan sehingga jalan di kawasan tersebut semakin sempit. Warga pejalan kaki harus ekstra hati-hati menghindari tabrakan kendaraan karena tidak ada lagi trotoar karena sudah dipenuhi pedagang. Pantauan wartawan, Selasa (16/8) kondisi pegaturan lapak pedagang kaki lima dan tempat parkir di area tersebut terkesan semrawut dan belum mengedepankan kepentingan atau keselamatan pihak lain seperti para pejalan kaki.

Memang lahan parkir tersebut boleh dikatakan merupakan salah satu sumber pemasukan kas daerah dari sektor pendapatan asli daerah (PAD). Namun hendaknya janganlah mengorbankan pihak lain seperti pejalan kaki yang juga punya hak untuk nyaman berjalan kaki di kawasan tersebut.

Trotoar yang seharusnya merupakan tempat yang diperuntukkan bagi pejalan kaki tapi nyatanya sudah berlangsung bertahun-tahun trotoar tersebut dipakai untuk lahan parkir, atau lapak pedagang kaki lima.

Sehingga para pejalan kaki di kawasan ini harus mengambil resiko berjalan di areal padat lalu lintas tersebut.

Jika lewat dari simpang Kantor Pos menuju Jalan Patrice Lumumba maka trotoar di sisi kiri digunakan untuk para pedagang kaki lima dan parkir kendaraan roda dua. Sementara di sisi kanan tempat antrian para supir becak bermotor menunggu penumpang sehingga badan jalan semakin sempit.

Baca Juga :  Lebih Dekat dengan Pesantren Darul Mursyid

Salah sorang pejalan kaki, Safri (41) warga Kelurahan Silandit, Selasa (16/8) mengaku pernah hampir diserempet sepeda motor dan tidak jarang lengannya tersenggol kaca spion mobil saat berjalan di kawasan tersebut. “Selain lalu lintas yang padat, kawasan pusat pasar kota Padangsidimpuan itu jadinya terkesan semraut,” katanya.

Untuk itu dia berharap kepada instasi terkait sepeti Dinas Perhubungan dan Satpol PP agar kiranya dapat menertibkan kondisi tersebut yang tentunya dengan cara persuasif agar warga lain tidak dirugikan.

(ikhwan nasution) – http://www.medanbisnisdaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*