Keberadaan PTPN IV di Madina Terindikasi Banyak Masalah

Keberadaan PTPN IV di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terindikasi banyak masalah mulai dari tumpang tindih lahan, izin lokasi peserta plasma dan belum sampainya 50 persen realisasi di lapangan dari 15.000 Ha izin lokasi yang sudah diterbitkan.

Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Madina H.Riadi Husnan Lc bersama anggota komisi II Sariful Lubis dan Sahirman SP kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (28/7) kemarin.

Riadi mengatakan, hal itu terungkap pada ekspos PTPN IV, PT.Sorik Mas Mining dan PT.PSU di Aula Kantor Bupati Madina bersama Komisi B DPRD Sumatra Utara, berkaitan dengan banyaknya pengaduan masyarakat yang mereka terima begitu juga dengan komisi B DPRD SU.

“Banyak terdapat permasalahan dalam keberadaan PTPN IV di Madina yang perlu diklirkan, seperti perubahan plasma, masalah izin yang sudah habis dan akan diperpanjang, pengaduan masyarakat sangat banyak. Begitu juga halnya dengan komentar anggota DPRD SU Komisi B, mereka juga banyak menerima laporan tentang berbagai permasalahan dalam PTPN IV ini,” jelasnya.

Dijelaskannya, pada kesempatan itu tentang persoalan perpanjangan izin lokasi pihak PTPN IV melalui Kabag Umum Wahid Rambe mengakui bahwa realisasi di lapangan berlum mencapai 50 persen, sehingga kalau menurut peraturan belum bisa diperpanjang.

“Begitu juga dengan Bupati Madina mengatakan izin lokasi keluar belum tentu bisa dikatakan pemilik dan bisa mengelolanya secara sepihak, tanpa ada pendekatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Anak Yatim dan Duafa Dapat Bantuan

Sahirman menambahkan permasalahan di lapangan banyak penolakan dari masyarakat dari jumlah izin lokasi yang keluar terdapat lahan masyarakat yang sudah bertahun – tahun digarap masyyarakat. Ternyata setelah datang PTPN diserobot tanpa memperdulikan masyarakat.

“Inilah yang menjadi polemik di lapangan contohnya alat berat PTPN IV distop masyarakat di Pasar 4 Natal karena menyerobot lahan masyarakat, begitu juga jalan menuju lokasi di Batu Sondat ditutup masyarakat dengan alasan yang sama. Pengaduan inilah yang terus berdatangan ke DPRD Madina dari masyarakat, karena itu harus diselesaikan secara mupakat demi kepentingan masyarakat”, ujarnya.

Sementara tentang keberadaan PT.Sorik Mas Mining yang sudah mencapai 13 Tahun di Mandailing Natal hingga saat ini masih dalam tahap penelitian.

“Kita merasa heran sudah 13 tahun tetapi masih penelitian belum menghasilkan, kalau menurut ekspos PT.Sorik Mas Mining yang bergerak bidang tambang emas ini mengatakan keheranannya pada peraturan yang terus berubah – ubah. Dan pada keesempatan itu Komisi B DPRD SU akan menindak lanjuti apa hasil dari pertemuan tersebut,” jelas Riadi.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=64138:keberadaan-ptpn-iv-di-madina-terindikasi-banyak-masalah&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*