Kebutaan katarak di Indonesia terbesar di ASEAN

Operasi Katarak Gratis. Personel TNI AD menggendong seorang warga yang telah menjalani operasi katarak di RS TK II Putri Hijau, Medan, Sumut, Senin (9/6). Operasi katarak gratis bagi masyarakat pra sejahtera tersebut dalam rangka HUT ke-68 Kodam I/Bukit Barisan. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi) ()

Medan, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Istu Hari S, mengatakan, kebutaan katarak di negara Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara (Asean).

“Tingginya kebutaan karena katarak disebabkan mahalnya biaya pengobatan bagi keluarga yang kurang mampu,” katanya ketika meninjau Operasi Katarak Dalam Rangka Memperingati HUT Ke-64 Kodam I/BB di Rumah Sakit Tentara Jalan Putri Hijau Medan, Rabu.

Pangdam menyebutkan, penyelenggaraan operasi katarak yang keempat kalinya Kodam I/BB bekerja sama dengan Tilgangga Institute of Ophthalmology Nepal dan Walubi Cabang Sumut karena terpanggil untuk peduli terhadap masyarakat yang mengalami gangguan katarak.

Kegiatan bakti sosial tersebut, menurut dia, meliputi pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang kurang mampu di wilayah kota Medan dan sekitarnya, dengan target 1.000 mata.

“Bakti sosial ini merupakan langkah yang tepat, untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam mengatasi kesehatan mata, juga diharapkan dapat lebih memperkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat yang
sudah terjalin baik,” kata jenderal bintang dua itu.

Karumkit TK II Putri Hijau Kolonel dr. Chairul Akmal, Sp, THT, selaku Ketua Panitia Bhaksoskes Operasi Katarak mengatakan kegiatan bhakti sosial kesehatan operasi katarak dalam rangka memperingati HUT Ke 64 Kodam I/BB tahun 2014.

Baca Juga :  Dahlan Iskan Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di empat tempat, yakni Gunung Sitoli, Teluk Dalam, Padang Sidempuan dan Rumkit TK II Putri Hijau Medan.

“Target mata katarak yang dioperasi sebanyak 2.000 mata. Mata katarak yang sudah dioperasi, yakni sebanyak 459 mata di Lokasi Gunung Sitoli dan Teluk Dalam, dan 603 mata di lokasi Padang Sidempuan, ucap dia.

Kemudian, jelas Chairul, di lokasi Rumkit TK II Putri Hijau Medan sampai dengan saat ini sebanyak 1.290 orang pasien yang sudah diskrening, 686 orang memenuhi syarat, 500 orang yang sudah dioperasi, 186 orang yang belum dioperasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, Irdam I/BB Kolonel Inf Amrin, dan Para Asisten Kasdam I/BB. (M034/A029)/(ANTARA News) –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*