Kecamatan Sayur Matinggi Tapsel Masih Alami Diskriminasi Pembangunan

P.Sidimpuan, (Analisa)

Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan masih mengalami diskriminasi, khususnya dibidang pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

“Kalau boleh jujur, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dikecamatan ini belum tersentuh, “ujar para tokoh masyarakat Desa Aek Badak, Pardomuan dan Batu Horpak Kecamatan Sayur Matinggi Kab Tapsel kepada Anggota DPRD-SU H.Syahrul M Pasaribu disela-sela kunjungannya di ketiga desa yang berbatasan dengan Kab Mandailing Natal itu, kemarin.

Menurut keterangan Ismail Pulungan (37), salah seorang warga Desa Aek Badak. Saat ini masyarakat yang berada di desa itu sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur, terutama pada jalan.

Dijelaskan, masyarakat yang berada di desa itu sangat kesulitan untuk menjual hasil-hasil perkebunan.

“Kita merasa kesulitan membawa hasil-hasil pertanian, karena kondisi jalan menuju kebun atau sawah masih rusak,” ujarnya

Akibat jalan yang sangat memprihatinkan itu katanya, pendapatan masyarakat dari perkebunan atau sawah tidak maksimal lagi,

“Para petani berat diongkos kalau mau memasarkan hasil pertaniannya,”terangnya.

Diharapkannya, siapapun calon yang terpilih memimpin Tapsel kedepan agar lebih memperhatikan kondisi infrastruktur khususnya dikawasan-kawasan perbatasan.

“Harapan kami, siapapun yang terpilih memimpin Tapsel priode mendatang, mohon perbaiki infrastruktur didaerah ini, karena tanpa itu masyarakat akan selalu kesulitan untuk meningkatkan taraf perekonomiannya, “ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Kepala Desa Pardomuan Sintong Sitorus “Selama 40 tahun saya menetap didaerah ini baru dua tahun lalulah kami merasakan pembangunan meski baru skala kecil.

Baca Juga :  BRI Unit SM Raja Padangsidimpuan Dibobol Rp. 970 Juta Digondol

Diharapkannya, pemimpin Tapsel kedepan haruslah figur yang memang benar-benar asli putra daerah dan memiliki hati nurani untuk membanguan daerah, bukan yang hanya mementingkan egonya sendiri.

Sementara Tokoh Masyarakat Desa Batu Horpak M. Sibarani lebih condong melihat ketidakmerataan pembangunan ini, diakibatkan tidak berjalan efektifnya program pemerintah daerah saat ini.

“Sudah saatnya Tapsel memiliki pemimpin baru yang memang benar-benar memiliki niat suci membangun Tapsel kearah yang lebih baik, “ujar Sibarani yang juga mantan Dandim 0212/TS itu.

Prioritas

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Anggota DPRD SU yang juga Balon Bupati Kab Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu mengaku heran karena sepengetahuannya anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan untuk kawasan Tabagsel selalu dikucurkan dari tingkat I.

“Sungguh saya heran dan iba melihat kondisi ini, karena begitu banyaknya anggaaran daerah dan tingkat I yang telah dikucurkan, namun tidak teralisasi dengan jelas, “ujarnya.

Dikatakan, minimnya sarana dan prasaran itu juga akan berdampak kepada pendapatan masyarakat.

Syahrul mengatakan, sebenarnya bukan hanya di desa Aek Badak yang mengalami kondisi infrastruktur yang sangat memprihatinkan, bahkan ada beberapa kecamatan yang lebih memprihatinkan karena belum pernah tersentuh aspal.

Dia berjanji, bila nantinya diberi kepercayaan memimpin Tapsel kedepan, ia akan akan lebih memperhatikan masalah infrastruktur yang saat ini masih banyak dikeluhkan masyarakat. “Saya akan terus memperhatikan kondisi infrastruktur, baik sebagai anggota DPRD Sumut, maupun sebagai Bupati Tapsel bila terpilih nanti,” ujarnya yang disambut tepuk tangan riuh ratusan masyarakat.

Baca Juga :  Kilasan Peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan RI Di TABAGSEL

(hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. yang jelas para KPK harus tegas menanggapi masalah ini,pastinya kita hanya berharap jangan ada udang di balik batu lagi di sidempuan. masalah seriusnya adalah para penegak hukum bekerja sama dengan para korupnya ” itulah masalahnya”

  2. Aaaaaaaaaamiiiiiiiiiiiiiin. MUDAH2AN BUKAN SEKEDAR JANJI DAN BUKAN KARENA SEKARANG JADI BALON BUPATI SERING TURUN KE DESA DI TAPSEL, SELAMA INI KEMANA WAE.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*