Kecelakaan di Bitung – Keluarga Pilot Heli Berduka Tunggu Jenazah

Anggota keluarga Edy Purwono, pilot helikopter yang jatuh di Bitung, tengah menunggu kedatangan jenazah di Pare, Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI, KOMPAS.com – Suasana duka menyelimuti kediaman Edy Purwono, pilot helikopter yang jatuh di Bitung, Sulawesi Utara, di Jalan Anggrek 20, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Di kediaman orangtuanya itu, jenazah korban akan disemayamkan. Di rumah sederhana dengan warna putih mendominasi, anggota keluarga korban telah menyiapkan kedatangan jenazah pria yang berusia 56 tahun itu.

Sri Catur Indah Kurniati, adik korban menuturkan, keluarga baru mengetahui kematian kakaknya pada Rabu malam sekitar pukul 19:00 wib. Ia mengaku mendapat pemberitahuan dari istri korban yang tinggal di Jakarta. “Awalnya kami juga tidak tahu. Tahunya setelah istrinya telepon kami mengabarkan kecelakaan itu,” kata Sri Catur, saat ditemui di Kediri, Kamis (4/8/2011).

Sri Catur menambahkan, kakak pertama dari delapan bersaudara pasangan Muhammad Muchsin dan siti Aisyah itu selama ini tinggal bersama istri dan ketiga anaknya di Jakarta. Namun demikian, pria yang dikenal mempunyai kepedulian yang tinggi itu juga sering pulang ke Kediri.

“Dia baru saja pulang (ke Kediri) pada 5 Juli lalu, dan lebaran nanti janjinya akan pulang lagi,” urai Sri Catur sambil berkaca-kaca.

Sementara kedatangan jenazah, menurut wanita yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya ini, baru akan tiba di Surabaya sekitar pukul 20:00 wib. Sehingga, diperkirakan akan sampai di rumah duka sekitar pukul 22:00 wib. “Nanti setelah datang, rencananya akan langsung dimakamkan dipemakaman desa,” pungkas Sri Catur.

Baca Juga :  Kawasan Industri Sei Mangke Akan Jadi Pioner Kebangkitan Industri Hulu CPO Nasional

Sebagaimana ramai diberitakan, sebuah helikopter jenis Bel 412 jatuh di wilayah Gunung Saudara, Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (3/8/2011). Delapan orang penumpang dan dua awak heli tewas dalam kejadian itu.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*