Kecewa Pada SBY, Dewan Penyelamat Negara Dukung JK Nyapres

Jakarta – Sejumlah tokoh yang menamakan diri Dewan Penyelamat Negara (Depan) bertemu dengan mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) untuk menyampaikan kekecewaannya terhadap pemimpin negara saat ini. Depan juga meminta JK untuk menjadi presiden menggantikan SBY.

“Rakyat merindukan kepemimpinan seperti dulu, ada kejelasan, ada kecepatan dan praktis seperti Pak JK. Kalau Pak JK mau jadi presiden rasanya masih relevan,” ujar mantan politisi PKB Effendi Choirie dalam pertemuan DPN dengan JK di rumah makan Ny Suharti, Jl Kapten Tandean, Jakarta, Rabu (30/3/2011).

Pria yang akrab disapa Gus Choi menilai pemerintah tidak bisa melindungi bangsa, mensejahterakan rakyat, mencerdasakan dan menjaga harga diri bangsa di mata internasional. Gus Choi ini juga menilai permasalahan bangsa saat ini salah satunya akibat dari faktor kepemimpinan.

“Pemimpin ada unsur pemberani, ada unsur membela rakyat bukan membela kepentingan sendiri. Ada unsur memberi, pikiran dan fisik memberi,” ungkapnya.

Sementara itu Politisi Gerindra yang juga mantan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Permadi, menilai JK adalah salah satu tokoh sipil yang menonjol.

“Tokoh sipil yang menonjol Pak JK, dari tokoh militer yang menonjol Prabowo. Kenapa tidak bergabung saja?” kata Permadi.

Menanggapi hal itu Ketua PMI ini menilai setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk menyelamatkan bangsa namun harus tetap berdasarkan konstitusi UUD 45.

Baca Juga :  SBY Puji Penanggulangan Gempa Aceh dan Sumut

“Tentang apakah kita lebih baik, tergantung ukurannya. Suatu politik diukur dari ekspektasi. Semua kita bisa perbaiki, di DPR, di pemerintah,” paparnya.

Hadir dalam acara tersebut Effendi Choirie, Lily Wahid, Laode Ida, Bambang Soesatyo, Adhie Massardi, Fuad Bawasier, Marwan Batubara, Permadi, Yasril Ananta Baharudin, Saurip Kadi, Egy Sudjana. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*