Kecewa Polisi Tebang Pilih Berantas Togel, Masyarakat Blokir Jalinsum Medan-Padang

Akibat kecewa diduga tebang pilih memberantas judi togel maupun kim. Soalnya, petugas hanya menangkap para pemasang dan penulis namun bandarnya bebas berkeliaran, membuat masyarakat Sihepeng Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal memblokir Jalinsum selama lebih

kurang empat jam dengan drum di badan jalan. Akibatnya, kemacetan sepanjang 2 Km, Jumat (4/3) malam.

Informasi dihimpun Analisa di lapangan pemblokiran Jalinsum warga tersebut berawal dari seringnya anggota Polres Mandailing Natal yang melakukan penangkapan pemasang judi togel maupun Kim, di mana yang menjadi korban penangkapan selalu masyarakat biasa atau pun pemasang judi togel atau Kim.

Pada Jumat malam tersebut sekira pukul 18.30 WIB anggota intel Polres Mandailing Natal menangkap diduga pemasang dan tukang tulis judi togel dan kim sebanyak 4 orang yakni AD (35), RZL (40), SRD (25) dan RSN (45) yang kesemuanya warga Desa Sihepeng Kecamatan Siabu Mandailing Natal.

Akibat penangkapan itu, membuat masyarakat Desa Sihepeng Kecamatan Siabu Kabupaten Madina tersebut marah dengan melakukan pemblokiran Jalan Lintas Sumatera.

Masyarakat menuntut Polres Mandailing Natal melepaskan ke empat orang yang ditangkap tersebut. Polisi juga diminta menangkap para bandar judi togel dan Kim tersebut. Sehingga tidak ada lagi togel maupun Kim di Desa Sihepeng tersebut khususnya dan di Mandailing Natal pada umumnya.

Situasi menjadi aman dan lalu lintas di Jalinsum tersebut berjalan lancar setelah pihak Polres Mandailing Natal melepaskan ke empat orang yang ditangkap pada malam tersebut tersebut dan menghantarkannya kembali ke Desa Sihepeng.

Baca Juga :  Padangsidimpuan Angkola Julu Tuan Rumah MTQ

Salah seorang masyarakat Sihepeng yang tidak bersedia menyebutkan namanya yang ditemui mengatakan, kita heran dengan sikap Polisi selama ini dimana yang menjadi korban adalah masyarakat biasa saja, padahal para bandar dengan tenang-tenang saja mengambil rekap ke desa ini.

“Ini kan polisi sudah tebang pilih namanya. Apakah memang karena para Bandar mempunyai uang yang banyak untuk memberikan stabil, kita tidak tahu, yang jelas selama ini kita lihat para pemasang dan penulis saja yang ditangkap sementara para bandar bebas berkeliaran,” katanya.

Kita melakukan tindakan seperti ini adalah akibat rasa kekecewaan masyarakat terhadap sikap Polisi selama ini. Ke depan kita mengharapkan agar pihak keamanan dalam hal ini Polisi untuk tegas menindak para bandar judi togel maupun Kim tersebut.

“ Kita yakin kalau pihak Polres Mandailing Natal menindak tegas para Bandar judi togel maupun Kim tersebut maka, judi Togel dan Kim akan hilang dari Mandailing Natal ini, jangan hanya pemasang dan penulis saja yang selalu menjadi korban, kalau tidak ada Bandar sudah otomatis tidak aka ada penulis dan pemasang,” jelas masyarakat. (man) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pengamplang Pajak Ala Gayus Di Pemkab Tapanuli Selatan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*