Kejagung Buru Keberadaan Adelin Lis

Mahkamah Agung RI memvonis, Adelin Lis, 10 tahun penjara pada tahun 2008 dalam kasus illegal logging di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Hingga kini, pengusaha kelas kakap itu tidak diketahui secara pasti keberadaanya, karena terpidana tidak masuk daftar cekal oleh pihak imigrasi. Informasinya, terpidana berada di China dan ada juga di Australia.

Kejaksaan Agung (Kejagung) sendiri hingga kini masih terus memburu keberadaannya. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Babul Khoir, menyebutkan kalau pihaknya belum mengeksekusi terpidana.

“Pasca vonis MA itu, Kejagung telah membentuk  tim pemburu Adelin Lis serta aset-asetnya yang diketuai Wakil Jaksa Agung ,” ungkap Babul Khoir kepada Waspada Online, tadi malam.

Sampai saat ini, kata Babul Khoir, Kejagung terus koordinasi dengan Kejatisu untuk mencari keberadaan terpidana dan aset-asetnya.

Tidak adanya upaya pencekalan oleh Kejagung, kata Babul Khoir, karena terpidana sudah kabur sejak kasusnya di Sumut. “Mana mungkinlah kita melaukan pencekalan, karena pencekalan itu seharusnya sejak awal penyidikan di Poldasu, ” katanya.

Kepala Humas Direktorat Imigrasi Sumut, Barimbing, menyebutkan kalau nama Adelin Lis saat ini tidak ada dalam daftar cekal, termasuk tahun 2007 lalu. “Dari data yang ada, nama terpidana tidak termasuk dalam daftar cekal,” ungkap Barimbing kepada Waspada Online.

Sementara dalam memburu dan mendata segala aset milik terpidana yang tersebar di wilayah Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) selaku eksekutor berkoordinasi dengan Kepolisian.

Baca Juga :  Mendagri: Penggunaan E-KTP Bisa Mundur, KTP Konvensional Masih Berlaku

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu),  Irjen Oegroseno, membenarkan hal itu. Dikatakan, selain mencari aset juga mencari terpidana sendiri.

“Memang ada koordinasi yang dilakukan oleh Kejatisu dengan pihak kita dalam hal ini langsung ke Reskrim Poldasu untuk mencari Adelin Lis serta aset-asetnya,” ungkap Oegroseno kepada Waspada Online.

Oegroseno menyebutkan, dalam kasus ini dirinya belum menjabat sebagai Kapoldasu. “Kalau saya pejabat Direskrimnya waktu itu, saya akan minta imigrasi cekal,” ungkap Oegroseno.

Sebelumnya Kepala Kejatisu, Sution Usman Adji, mengatakan dalam mencari kebaradaan Adelin Lis serta aset-asetnya di Sumut, pihaknya telah mengintruksikan kepada seluruh Kejari di wilayah Sumut untuk melakukan pendataan aset-asetnya.  “Kita juga telah berkordinasi dengan polisi dalam  mencari keberadaan Adelin Lis,” ungkap Sution kepada Waspada Online.

Kasus Adelin Lis sempat menggegerkan instansi hukum di Sumut, karena pengusaha kelas kakap ini berhasil kabur usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan pada tahun 2007 lalu.

Terpidana divonis bebas dalam kasus illegal logging. Oleh jaksa dilakukan kasasi, hingga MA akhirnya memvonisnya selama 10 tahun. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*