Kejaksaan Pilih Deponering untuk Bibit-Chandra

Bibit+chandra+diadili+oleh+praperadilan Kejaksaan Pilih Deponering untuk Bibit ChandraKejaksaan Agung akhirnya mengambil sikap dalam kasus kriminalisasi dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, setelah salinan putusan dari Mahkamah Agung mereka terima Jumat lalu.

“Kalau sikap sudah, ambil deponering,” kata Ketua Tim Pengkaji Kasus Bibit-Chandra, Jaksa Agung Muda M Amari, di Gedung Bundar, Senin (25/10).

Amari menjelaskan, keputusan tersebut diambil pihaknya setelah rapat evaluasi hari ini. Adapun untuk membahas lebih lanjut putusan deponering untuk Bibit-Chandra, Amari meminta waktu seminggu untuk timnya bekerja.

“Satu minggu ini akan mempelajari, nanti yang akan menjelaskan Pak Kapuspenkum. Sudah ditunjuk tadi. Nanti akan dikaji dulu,” ujar mantan JAM Intelijen itu.

Dalam seminggu ini, kata Amari, tim evaluasi kasus Bibit-Chandra akan bekerja mempersiapkan teknis deponering. “Satu minggu ini kami bikin. Jadi kami lanjutkan minggu depannya,” ujar Amari.

Salinan putusan dari MA diterima Kejaksaan pekan lalu. Yang menerimanya adalah Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Kejari Jaksel kemudian meneruskannya pada Kejaksaan Tinggi Dki, dan pada Sabtu, diterima oleh Kejaksaan Agung.

Tak lama sebelum penjelasan Amari ini, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Babul Khoir Harahap menggelar jumpa pers di Kejaksaan Agung. Menurut Babul, Kejaksaan menyelenggarakan rapat pimpinan menyikapi putusan Mahkamah Agung yang menolak PK kasus Bibit-Chandra.

“Jam 09.00 diadakan rapat evaluasi oleh Plt Jaksa Agung yang dihadiri Jaksa Agung Muda, koordinator staf ahli, dan saya, di ruang rapat JA,” jelas Babul kepada wartawan hari ini.

Baca Juga :  Soal Taruna Akmil Dipukuli, Mendagri: Saya Mau Praja IPDN Tersebut Dipecat!

Menurut Babul, dari rapat itu ditarik kesimpulan, Kejaksaan akan mempertimbangkan dua opsi, yakni melimpahkan perkara ke PN, atau mengesampingkan perkara demi kepentingan umum. Yang akan membahasnya adalah tim evaluasi dan pengkajian yang dipimpin JAM Pidana Khusus Amari. “Diharapkan dalam waktu satu minggu tim evaluasi akan menentukan sikap atas PK tersebut,” kata Babul.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/fokus/2010/10/25/fks,20101025-1550,id.html

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*