Kejari Diminta Sidik Kembali Kontrak Ganda PS Sidimpuan

P. SIDIMPUAN ( Berita ) : Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan diminta segera menyidik SH selaku manajer Persatuan Sepakbola (PS) Sidimpuan yang membuat dan menandatangani kontrak ganda terhadap official dan pemain PS Sidimpuan tahun 2009, yang diduga menyebabkan kerugian negara  ratusan juta rupiah.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan ketika PN Padangsidimpuan menyidangkan Wakil Manager PS Sidimpuan Hadi Ashari  Nasution dan  mantan Kadispora H.M.Sholeh Pulungan beberapa waktu lalu.

Karena, sesuai surat keputusan Wali Kota Padangsidimpuan Zulkarnaen Nasution juga Ketua Umum PS Sidimpuan nomor: SKEP-002/PS Sidimpuan/III-2008 tangal 10 Maret 2008 tentang susunan pengurus tim PS Sidimpuan, disebutkan manajer PS Sidimpuan adalah SH yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan.

Menurut   pengamat hokum Ridwan  Nasution,SH yang kini sedang berada di Jakarta ketika dihubungi via telepon  Sabtu ( 9/6), mengatakan  sesuai anggaran dasar/anggaran rumah tangga PS  Sidimpuan, yang bertanggungjawab penuh atas jalannya orgasasi adalah manajer.

“Yang menandatangani kontrak ganda itu SH selaku manajer PS Sidimpuan. Saat ditemukan adanya dugaan korupsi, harusnya yang paling bertanggungjawab adalah SH,” katanya.

Dari data hasil pemeriksaan SH sebagai saksi, ada yang melihat sudah cukup kuat bukti untuk meningkatkan status SH dari saksi menjadi tersangka. Sebab,SH dalam keterangannya kepada Jaksa Penyidik Umum (JPU) mengaku bahwa dia (SH-red) yang menandatangani kontrak tersebut pada April 2008 di Desa Lembah Lubuk Manik.

Lebih jelas lagi menurut  Ridwan Nasution, saat  pemeriksaan 20 Juli 2010, SH  menegaskan  dirinya selaku manajer PS Sidimpuan, orang paling bertanggungjawab jika ada penerimaan atau pemasukan dana dari  Dispora atau pihak lain untuk  PS Sidimpuan.

Baca Juga :  Serangan Hama Meluas di Tapsel, Warga Dua Desa Berburu Tikus Sawah

Dia mengaku menerima honor Rp 6 juta per bulan terhitung dari Maret hingga Juni 2008. Honor total Rp 24 juta diberikan  mantan Kadis Dikpora H M Solih Pulungan pada 2009.

Aktivis Aliansi Mahasiswa Bersatu (AMB) Kota Padangsidimpuan, M Soleh juga mendesak Kejari segera menyidik kembali SH yang pada saat itu hanya dijadikan saksi dalam dugaan korupsi dana PS Sidimpuan Rp1,2 miliar, terutama menyangkut pembuatan kontrak ganda.

“Melihat posisi dalam organiasi, harusnya  lebih  dulu SH.  Secara struktur organisasi di PS Sidimpuan, SH yang memegang jabatan tertinggi, karenanya, kita merasa  janggal melihat keputusan jaksa  menetapkan orang lain dengan jabatan lebih rendah  terpaksa ikuti proses hukum hingga kepengadilan,” ujarnya.

Kontrak ganda tersebut antaralain,  tanggal dan tahun pembuatan kontrak sama, namun nilai kontrak terdapat perbedaan yang cukup ‘fantastis’ seperti kontrakasisten pelatih Arfansyah Nasution No: SPK 03/PS Sidimpuan/Div.1/LI-2008 tanggal 14 April 2008 dikontrak pertama tercantum Rp75 juta, dikontrak kedua Rp15 juta.

Tetapi, yang dibayarkan sesuai surat pernyataan Arfansyah di atas materai hanya Rp 15 juta. Kemudian, asisten pelatih Mahriun No: SPK 04/PS Sidimpuan/Div.1/LI-2008 tanggal 14 April 2008 di kontrak pertama tercantum Rp 75 juta, kontrak kedua Rp 36 juta dan yang dibayarkan hanya Rp15 juta. Ramadhan Saleh Harahap dikontrak p ertama tertera Rp 65 juta, kontrak kedua Rp 36 juta dan yang dibayarkan Rp 36 juta.

Selanjutnya, Ardhana No:SPK 05/PS Sidimpuan/Div.1/LI-2008 tanggal 14 April 2008, kontrak pertama tercantum Rp65 juta, kontrak kedua Rp 36 juta dan yang dibayarkan Rp 36 juta, Sapmoko No: SPK 06/PS Sidimpuan/Div.1/LI-2008 tanggal 14 April 2008 dikontrak pertama Rp 75 juta, kontrak kedua Rp 65 juta dan yang dibayarkan Rp65 juta.

Baca Juga :  Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Tapsel Digunakan sebagai Transportasi Membawa Ganja

Herry BulleNomor: SPK 17/PS Sidimpuan/Div.1/LI-2008 tanggal 14 April2008, kontrak pertama Rp 65 juta,kontrak kedua Rp 48 juta yang dibayarkan Rp 48 juta, Asnaldi No:SPK 08/PS Sidimpuan/Div.1/LI-2008 tanggal 14 April 2008, kontrak pertama Rp 60 juta, kontrak kedua Rp 80 juta dan yang dibayarkan Rp 80 juta serta atas nama Rinaldo No: SPK 23/PS Sidimpuan/Div.1/LI-2008 tanggal 14 April 2008, kontrak pertama Rp 75juta, kontrak kedua Rp 51 juta yang dibayarkan Rp 51 juta. (WSP/a26)

Sumber: beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*