Kejari Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Landasan Bandara Aek Godang

P.Sidimpuan, (Analisa)

Bandara Aek Godang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan resmi menahan HO tersangka dugaan korupsi proyek penyempurnaan shoulder (bahu landasan) seluas 3.450 M2 di kawasan Penempatan Sistem Penerangan Bandara (PAPI) Bandara Aek Godang, Kec. Ulu Sihapas, Kab. Padanglawas Utara.

“Untuk kepentingan penyidikan, kita resmi menahan HO sesuai surat perintah Nomor : Print-01/N.2.20/Fd 1/01/2010 tertanggal 27 Januari 2010, ” ujar Kajari Indrasyah Djohan Nasution kepada Analisa , Kamis (28/1).

Dikatakan, proyek pekerjaan penyempurnaan sholder di daerah penempatan Papi seluas 3.250 m2 Bandara Aek Godang itu berasal dari APBD- SU TA 2008 pada dinas perhubungan Prov -SU sebesar Rp 683.856.000. “Sebelumnya kita telah melakukan penyelidikan dan memintai keterangan belasan saksi dan beberapa saksi telah kita naikkan statusnya menjadi tersangka, “katanya.

Dijelaskan, penyelidikan dugaan korupsi APBD Provinsi Sumatera Utara pada Dinas Perhubungan tahun 2008 ini, telah dimulai sejak tahun 2008 lalu, namun pihaknya belum begitu leluasa dalam mengumpulkan barang bukti, karena proses pemeliharaan proyek tersebut baru berakhir Juli 2009 lalu.

“Setelah masa pemeliharaan selesai, kita pun melakukan penyelidikan mendetail dan memintai keterangan belasan saksi dari Dishub Pemprovsu, rekanan, dan pegawai Bandar Aek Godang, “katanya.

Diakui Kajari, pihaknya sempat ‘kelimpungan’ dalam penanganan kasus ini, karena salah seorang panitia tender yang merupakan salah satu kunci utama penanganan kasus tersebut meninggal dunia.

Baca Juga :  Kinerja PLN Ranting Sibuhuan Perlu Dievaluasi

“Kita sempat kelimpungan menindaklanjuti kasus ini, karena saksi kunci meninggal dunia, namun pada akhirnya dapat teratasi , “katanya.

Tersangka HO terang Kajari telah melanggar pasal 2,3 UU No 31 tahun 1999 ttg pemberantasan TPK Jo UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP .

Ditambahkannya, dugaan korupsi yang terjadi pada proyek tersebut itu lebih banyak mengarah pada penanaman rumput manis di pinggir bahu landasan bandara.

“Pihak rekanan melanggar kontrak. Dimana pada kontrak disebutkan, rumput manis itu ditanam dengan rapat di areal seluas 3.450 M2 pinggir bahu landasan. Tapi fakta di lapangan, jaraknya sangat renggang, “terangnya.

Kajari mengatakan, penanaman rumput itu bertujuan untuk keperluan navigasi saat pesawat hendak mendarat di siang hari.

Kemudian dapat digunakan sebagai landasan take of pesawat kecil dan bisa juga sebagai pelindung pesawat jika tergelincir keluar landasan, dan masih banyak kegunaan lainnya. “Dalam kontrak disebutkan, penanaman rumput itu harus rapat atau tidak ada jarak namun kontraktor membuatnya dengan renggang. Mungkin kontraktor berpikir, rumput manis itu akan berkembang biak dan menjalar menutupi celah tersebut,” ujarnya. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Harga Minyak Tanah Mahal, Warga Paluta Pilih Solar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*